Cuaca Buruk Masih Mengintai, ASDP Tingkatkan Kewaspadaan Pelayaran

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cuaca ekstrem masih melanda perairan Sulawesi dalam sepekan terakhir. Kondisi ini menjadi latar pelayaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Nuku yang melayani lintasan Kendari–Konawe Kepulauan pada Ahad (11/1/2026). Di tengah hujan lebat disertai angin kencang, kapal feri tersebut tetap berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Langara, Pulau Wawoni, sekitar pukul 22.00 Wita, dengan seluruh penumpang dalam kondisi aman.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari Capt Raman memastikan situasi pelayaran tetap terkendali. Menurutnya, kesiapan teknis kapal dan fungsi mesin yang normal menjadi faktor utama keselamatan. “Penumpang selamat seluruhnya. Rasa kaget pasti ada, namun kapal tetap stabil dan prosedur keselamatan dijalankan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Sebelumnya, beredar rekaman video yang memperlihatkan kepanikan penumpang saat KMP Nuku menghadapi hujan deras, gelombang tinggi, dan angin kencang. Dalam rekaman tersebut, penumpang tampak mengenakan jaket pelampung berwarna oranye. Peristiwa ini menjadi gambaran nyata risiko pelayaran di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Selain KMP Nuku, dampak cuaca buruk juga dialami KM Kendhaga Nusantara 4, kapal kargo yang dioperasikan ASDP, yang saat kejadian berada dalam kondisi anchor atau tidak beroperasi. Kapal tersebut dilaporkan larat akibat angin kencang dan ombak tinggi pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 05.30 Wita di Makassar Anchorage Area. Berdasarkan berita acara internal, kondisi cuaca saat kejadian ditandai hujan deras dengan kecepatan angin barat mencapai 47 knot, yang mengakibatkan kapal mengalami kandas.

ASDP segera melakukan langkah penanganan sesuai prosedur. Proses penarikan KM Kendhaga Nusantara 4 yang melayani rute kargo Makassar–Ereke–Raha–Sikeli–Makassar telah selesai dan berjalan dengan baik. Kapal berhasil lepas dari kondisi kandas dan kini telah berlabuh dengan aman di area rede anchorage. Seluruh tahapan penanganan berlangsung sesuai rencana tanpa kendala lanjutan.

Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, ASDP menegaskan komitmen perusahaan untuk memperketat aspek keselamatan dalam setiap operasional penyeberangan, baik angkutan penumpang maupun logistik. Manajemen mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melakukan perjalanan laut di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Imbauan ini sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi masih berpotensi berlanjut hingga pertengahan Januari 2026. Sejak pekan lalu, BMKG mencatat peningkatan intensitas hujan akibat dinamika atmosfer, antara lain La Niña lemah, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif, serta perambatan gelombang ekuator, yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Read Entire Article
Politics | | | |