Dikecam, Anggota Parlemen AS Sebut Pilih Anjing Ketimbang Muslim

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA – Anggota parlemen AS dari Partai Republik, Randy Fine, mendapat kecaman dan desakan mundur dari pesaingnya di Partai Demokrat pada Selasa waktu AS. Kecaman itu keluar setelah iamembuat pernyataan Islamofobia yang menyatakan bahwa ia lebih memilih anjing daripada Muslim. 

Fine, seorang anggota Kongres Yahudi pada masa jabatan pertama yang dikenal di Badan Legislatif Florida sebagai “The Hebrew Hammer” selama ini sering membuat pernyataan Islamofobia di media sosial. Kontroversi terbarunya muncul pada Ahad sebagai tanggapan terhadap postingan dari seorang aktivis Palestina yang berbasis di New York City. 

The New York Times melansir kronologinya, Nerdeen Kiswani, seorang warga Muslim Palestina di New York mengatakan dalam sebuah postingan di media sosial bahwa tumpukan salju yang dipenuhi kotoran di kota tersebut membuktikan bahwa anjing tidak boleh mendapat tempat di masyarakat sebagai hewan peliharaan di dalam ruangan. “Seperti yang telah kami (Muslim) katakan selama ini, anjing-anjing itu najis.” 

Fine kemudian mengomentari unggahan itu dengan hinaan rerhadap Muslim: “Jika mereka memaksa kita untuk memilih, pilihan antara anjing dan Muslim bukanlah hal yang sulit.”

Komentar tersebut memicu kecaman langsung dan tegas dari Partai Demokrat. Anggota Partai Demokrat dari New York Hakeem Jeffries, mengatakan bahwa Fine "adalah aib bagi Kongres Amerika Serikat. Dia adalah seorang Islamofobia, menjijikkan dan fanatik yang tidak pernah kapok." Jeffries menambahkan bahwa “tidak dapat diterima jika Mike Johnson dan anggota DPR dari Partai Republik terus berdiam diri,” mengacu pada anggota parlemen tersebut.

Gubernur Gavin Newsom dari California, yang juga petinggi Partai Demokrat juga mengecam dengan blak-blakan. “Mundur sekarang, dasar rasis jorok.”

Banyak anggota parlemen dari Partai Demokrat menyerukan agar Fine dicopot dari tugas komitenya. Namun Johnson sebagai pimpinan dari Partai Republik tetap diam, dan Fine membalas dengan komentar lanjutan. 

“Tulisan saya adalah tanggapan terhadap seorang pemimpin besar Muslim yang mengatakan anjing harus dilarang di New York City karena bagi sebagian Muslim, hal itu mengganggu mereka,” kata Fine dalam penampilannya di Newsmax. “Jika mereka ingin kita memilih antara anjing kita atau mereka (Muslim) pergi dari sini, pilihannya mudah.” 

Salah satu dari sedikit tokoh konservatif yang mengkritik Fine secara terbuka adalah Megyn Kelly, pembawa acara podcast. Ia menulis dalam postingan online bahwa “alih-alih menyerang orang atau kebijakan, Anda menjadi sangat fanatik.” 

Di media sosial, Kiswani menyebut Fine sebagai “Zionis fanatik” yang menggunakan kata-katanya “sebagai alasan untuk mengunggah retorika genosida terhadap Muslim.”

Dalam email lanjutannya ke The New York Times, Kiswani mengatakan bahwa dia bermaksud agar kata-katanya dianggap sebagai postingan yang “ringan dan menyindir”. Ia memandang tanggapan Fine sebagai cerminan dari iklim politik di mana “kefanatikan anti-Palestina dan anti-Muslim dinormalisasi dan permusuhan terhadap komunitas kami lebih mudah dibenarkan.” 

Dia mengatakan postingannya disalahartikan dan digunakan sebagai “alasan serangan, ancaman, dan misinformasi yang meluas selama berhari-hari, termasuk klaim yang tidak akurat bahwa saya adalah bagian dari pemerintahan Walikota Mamdani.” Fine sebelumnya menyebut kedua perempuan Muslim di Kongres AS sebagai teroris.

Read Entire Article
Politics | | | |