Dokter dan Psikolog Soroti Pentingnya Sinergi Nutrisi dan Stimulasi

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masa kanak-kanak awal merupakan periode krusial dalam pembentukan fondasi kesehatan dan kemampuan belajar anak. dr Ray Wagiu Basrowi, Medical Affairs Director Danone Indonesia, menekankan pentingnya kesehatan saluran cerna dalam mendukung sistem imun.

“Lebih dari 70 persen sel imun berada di saluran cerna. Artinya, keseimbangan mikrobiota usus menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh anak. Ketika imunitas terjaga, anak memiliki kesiapan fisik yang lebih baik untuk menerima berbagai stimulasi pembelajaran,” ujar dr Ray, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, dukungan nutrisi yang tepat berperan dalam mempersiapkan tubuh dan otak anak agar optimal menyerap pengalaman belajar. Nutrisi seperti asam lemak omega 3 dan 6, termasuk DHA dan EPA, disebutnya berkontribusi terhadap perkembangan kognitif. Sementara keseimbangan bakteri baik di saluran cerna membantu memperkuat pertahanan tubuh anak saat aktif bereksplorasi.

“Fondasi nutrisi yang baik bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga tentang kesiapan anak untuk berpikir, bereksperimen, dan memahami konsep-konsep baru,” katanya.

Tahun ini Nutrilon Royal membawa lima keluarga terpilih yang merupakan pemenang undian dari periode pendaftaran Nutrilon Royal Squad 2025 ke Hong Kong. Program perjalanan edukatif berbasis sains yang melibatkan anak dan orang tua ke sejumlah destinasi sains di Hong Kong, seperti Hong Kong Children's Discovery Museum, Hong Kong Science Museum, Hong Kong Space Museum, hingga Hong Kong Zoological and Botanical Gardens.

“Pengalaman ini merupakan perwujudan keyakinan bahwa membesarkan anak yang siap menghadapi masa depan dimulai sejak dini melalui sinergi kuat antara orang tua, pakar, nutrisi, dan stimulasi," ujar Brand Manager Nutrilon Royal, Velan Sormin.

Dari perspektif psikologi, Praktisi Psikologi Anak Usia Dini Aninda, S Psi, M Psi T, menilai pendekatan pembelajaran berbasis eksplorasi langsung memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. “Stimulasi berbasis sains melalui eksplorasi dan eksperimen membantu anak mengembangkan kemampuan problem solving, rasa ingin tahu, serta kepercayaan diri. Lingkungan belajar yang interaktif juga melatih regulasi emosi dan ketangguhan,” ujar Aninda.

Ia menjabarkan, setiap destinasi yang dikunjungi menawarkan bentuk stimulasi berbeda. Mulai dari belajar permainan peran dan aktivitas, memperkuat cara berpikir logis, membiasakan anak mencoba dan belajar dari kesalahan (trial and error). Hingga memperkaya pemahaman anak mengenai keanekaragaman sekaligus menumbuhkan empati.

Menurut Aninda, kombinasi antara nutrisi yang memadai dan stimulasi yang konsisten membentuk kesiapan belajar yang lebih menyeluruh. “Anak yang sehat secara fisik akan lebih mudah fokus, sementara pengalaman eksploratif membantu mereka membangun karakter tangguh dan percaya diri,” ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |