Elnusa Petrofin Ungkap Cara Tekan Risiko Distribusi Energi

2 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kompleksitas distribusi energi yang terus meningkat mendorong pelaku industri memperkuat sistem keselamatan dan digitalisasi operasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keandalan penyaluran energi sekaligus meminimalkan risiko di sepanjang rantai pasok.

PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, memperkuat sistem operasional dan budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan manajemen risiko, hingga peningkatan keandalan armada distribusi energi.

Saat ini perusahaan mengelola lebih dari 98 lokasi operasi di seluruh Indonesia dan mendukung distribusi energi melalui jaringan 51 Fuel Terminal Pertamina Patra Niaga. Operasional tersebut didukung Road Traffic Control (RTC) yang beroperasi selama 24 jam untuk memantau armada secara real-time melalui lebih dari 2.900 perangkat GPS dan lebih dari 2.200 kamera CCTV.

Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin Ferdiansyah mengatakan, keandalan operasional dan keselamatan menjadi dua aspek yang saling melengkapi dalam menjaga distribusi energi.

“Bagi Elnusa Petrofin, operational excellence dan HSSE excellence merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kami membangun sistem, proses, dan budaya kerja yang memastikan setiap distribusi energi dapat berjalan secara aman, tepat waktu, dan andal untuk mendukung kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia,” katanya.

Perusahaan juga menerapkan Journey Risk Management untuk mengidentifikasi potensi risiko sejak tahap perencanaan perjalanan hingga armada tiba di lokasi tujuan. Selain itu, program Fit to Work diterapkan untuk memastikan Awak Mobil Tangki (AMT) berada dalam kondisi siap bertugas sebelum melakukan distribusi.

Penguatan keselamatan turut didukung penyediaan rest area dan check point di sejumlah jalur distribusi strategis guna mengurangi risiko kelelahan pengemudi selama perjalanan jarak jauh.

Di sisi lain, Elnusa Petrofin meningkatkan keandalan armada melalui Maintenance Management System (MMS) dan MMS Lite yang terintegrasi dengan aplikasi digital Operational Maintenance Information (OMI). Sistem tersebut didukung kerja sama dengan agen tunggal pemegang merek kendaraan untuk menjaga standar pemeliharaan armada.

Pada fasilitas energi, perusahaan menerapkan Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS) yang diperkuat melalui studi risiko seperti Hazard Identification (HAZID) dan Hazard and Operability Study (HAZOP) guna menjaga integritas aset dan keselamatan operasi.

Berbagai penguatan sistem tersebut mendukung pelaksanaan distribusi energi pada periode dengan permintaan tinggi, termasuk Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam periode tersebut, perusahaan mengerahkan lebih dari 7.000 Awak Mobil Tangki untuk menjaga kelancaran distribusi BBM dan LPG di berbagai wilayah Indonesia.

Sejalan dengan penguatan operasional, Elnusa Petrofin juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui program efisiensi energi, pengurangan emisi, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai dukungan terhadap target Net Zero Emissions Indonesia 2060.

Read Entire Article
Politics | | | |