Rusia dan Ukraina Saling Serang Kapal, Harga Gandum Dunia Langsung Melonjak

2 hours ago 8

Gandum (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perang Rusia-Ukraina kembali meluas dari medan pertempuran darat menuju jalur pelayaran strategis di Laut Hitam dan Laut Azov. Kapal tanker, kapal kargo, kapal tunda, kapal militer, serta infrastruktur pelabuhan kini menjadi sasaran serangan timbal balik.

Eskalasi tersebut tidak hanya mengancam keamanan pelayaran, tetapi juga mengganggu dua jalur utama ekspor gandum dunia. Pasar komoditas langsung merespons dengan kenaikan tajam harga gandum di Eropa dan Amerika Serikat.

Reuters melaporkan pada Kamis, 16 Juli 2026, militer Ukraina mengeklaim telah menyerang sedikitnya 11 kapal Rusia di Laut Hitam dan Laut Azov. Pada saat hampir bersamaan, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukannya menghantam sebuah kapal maritim dan sebuah kapal cepat milik angkatan bersenjata Ukraina yang bergerak menuju pelabuhan di wilayah Odesa.

Reuters menegaskan tidak dapat memverifikasi secara independen klaim serangan yang disampaikan kedua pihak.

Komandan Pasukan Sistem Nirawak Ukraina Robert Brovdi mengatakan sasaran terbaru pasukannya mencakup lima tanker minyak di Laut Hitam dan Laut Azov, satu tanker gas, tiga kapal kargo kering, serta dua kapal tunda di Laut Hitam.

Menurut Brovdi, jumlah kapal Rusia yang diserang pasukan Ukraina sepanjang Juli 2026 telah mencapai 147 unit. Angka tersebut merupakan klaim militer Ukraina dan belum memperoleh verifikasi independen.

Rusia, di sisi lain, menyatakan serangannya juga diarahkan terhadap sejumlah fasilitas yang disebut mendukung kemampuan militer Ukraina. Moskow mengeklaim telah menghantam fasilitas industri dan militer di Kyiv yang berkaitan dengan produksi serta penyimpanan pesawat nirawak jarak menengah dan jauh.

Infrastruktur di Pelabuhan Odesa dan Pivdennyi juga menjadi sasaran. Pemerintah Rusia menyebut fasilitas-fasilitas itu digunakan untuk menopang operasi militer Ukraina.

Pertempuran di kawasan tersebut menunjukkan bahwa Laut Hitam dan Laut Azov bukan lagi sekadar jalur perdagangan. Kedua perairan itu telah berubah menjadi medan perang logistik dan ekonomi.

Ukraina berusaha memukul kapal tanker, jalur energi, dan jaringan pengangkutan Rusia untuk mengurangi pendapatan serta kemampuan Moskow membiayai perang. Rusia membalas dengan menggempur pelabuhan dan fasilitas ekspor Ukraina yang menjadi sumber utama devisa negara tersebut.

sumber : Xinhua

Read Entire Article
Politics | | | |