ESDM Pacu Produksi Migas, Redam Dampak Pelemahan Rupiah

8 hours ago 10

PT Pertamina (Persero) siap mendukung Pemerintah dalam mencapai Asta Cita mewujudkan ketahanan energi, melalui upaya dan inovasi untuk meningkatkan produksi migas, sekaligus pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memacu peningkatan produksi migas dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Langkah tersebut ditempuh melalui pengembangan lapangan migas yang memiliki cadangan potensial, termasuk di wilayah kerja Rokan.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah mendorong penerapan teknologi yang dapat meningkatkan produksi dari lapangan-lapangan migas yang telah teridentifikasi memiliki cadangan memadai. Kementerian ESDM juga mempercepat penyelesaian regulasi agar implementasi program dapat segera berjalan.

"Kita berusaha untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Jadi kalau tingkat produksi dalam negeri terjadi peningkatan, berarti kita juga akan mengurangi impor dan juga tidak terpengaruh terhadap perubahan atau fluktuasi mata uang," kata Yuliot di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan salah satu wilayah yang dinilai paling siap dikembangkan dalam waktu dekat adalah Blok Rokan. Pertamina Hulu Rokan telah melakukan kajian awal dan pemerintah berharap proyek tersebut dapat memberikan tambahan produksi yang signifikan.

Pemerintah juga telah mempertemukan sejumlah penyedia teknologi dengan SKK Migas guna mempercepat implementasi program peningkatan produksi. SKK Migas meminta kerangka regulasi dapat diselesaikan pada akhir Juni sehingga pelaksanaan di lapangan bisa dimulai pada awal Juli.

"SKK Migas itu minta kalau bisa akhir Juni ini sudah bisa diselesaikan kerangka regulasinya dan juga bisa diimplementasikan pada awal Juli. Jadi, ini kita lagi berkejaran dengan waktu," ujar Yuliot.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan pengembangan awal yang dilakukan menunjukkan hasil positif. Salah satu sumur yang telah dibor mampu menghasilkan sekitar 500 barel minyak per hari dan akan diikuti pengeboran sumur-sumur lainnya.

"Kemarin baru satu sumur yang dibor, ada produksinya 500 barel oil per day. Nanti kan akan dibor dengan banyak sumur. Intinya nanti akan ribuan barel oil per day setelah sumurnya selesai," kata Djoko.

Saat ini PT Pertamina (Persero) tengah mengajukan skema kontrak bagi hasil yang akan menjadi dasar pengembangan lanjutan. Pemerintah bersama SKK Migas juga membahas skema yang dinilai dapat memberikan manfaat lebih besar bagi pelaksanaan proyek tersebut.

Selain pengembangan di Rokan, pemerintah mengejar berbagai program peningkatan produksi di wilayah kerja lain. Upaya itu diharapkan mampu mendongkrak produksi migas nasional dalam beberapa tahun mendatang sekaligus memperkuat ketahanan energi.

Yuliot mengatakan pemerintah menargetkan produksi migas nasional pada 2029 mencapai kisaran 900 ribu hingga 1 juta barel per hari. Target tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperbesar pasokan energi domestik dan mengurangi tekanan dari kebutuhan impor migas.

"Target produksi tahun 2029 ini berkisar antara 900 sampai 1 juta barel secara keseluruhan," jelas Wamen ESDM.

Pada Kamis sore, rupiah ditutup melemah 0,46 persen menjadi Rp 18.049 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 17.966 per dolar AS. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang masih membebani pergerakan mata uang Garuda. Dari sisi domestik, pasar mencermati dampak lonjakan harga minyak mentah terhadap fiskal dan sektor eksternal Indonesia.

Data perdagangan April juga menunjukkan surplus neraca perdagangan mulai menyusut akibat kenaikan impor minyak yang lebih besar dibandingkan pertumbuhan ekspor. Kondisi tersebut membuat upaya peningkatan produksi migas domestik menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus meredam dampak pelemahan rupiah terhadap sektor energi nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 18.000 belum mengganggu kemampuan pemerintah membayar utang. Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/6/2026), menjelaskan kupon surat utang pemerintah bersifat tetap atau fixed rate, sehingga perubahan nilai tukar tidak banyak berpengaruh.

Read Entire Article
Politics | | | |