REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) menyetujui penggunaan obat berbentuk pil yang diminum sekali sehari dari kategori glucagon-like peptide-1 (GLP-1) untuk membantu menurunkan berat badan berlebih. Inovasi dari Novo Nordisk ini menjadi tonggak baru dalam penanganan obesitas secara medis karena menawarkan kemudahan konsumsi obat minum dengan efektivitas yang selama ini identik dengan terapi suntikan.
Persetujuan tersebut memberi pilihan baru bagi pasien yang membutuhkan bantuan medis untuk obesitas, tetapi selama ini merasa kurang nyaman dengan penggunaan jarum suntik.
Berdasarkan data studi klinis global OASIS 4, penggunaan produk GLP-1 Novo Nordisk untuk manajemen berat badan dalam bentuk pil menunjukkan hasil signifikan. Peserta studi rata-rata berhasil menurunkan 16,6 persen dari berat badan awal setelah penggunaan rutin selama sekitar satu tahun.
Satu dari tiga pasien bahkan mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20 persen, sebuah hasil yang memberikan perubahan nyata bagi kualitas hidup seseorang yang hidup dengan obesitas. Temuan ini menunjukkan obat oral dapat memberikan manfaat penurunan berat badan yang sebanding dengan versi suntikan mingguan yang telah tersedia sebelumnya.
Selain membantu penurunan berat badan, terapi ini juga disetujui untuk mengurangi risiko masalah kesehatan serius yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, seperti serangan jantung dan stroke, pada kelompok pasien tertentu. Data klinis menunjukkan penurunan risiko hingga sekitar 20 persen pada pasien dengan penyakit jantung yang juga mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
Dengan demikian, pengelolaan obesitas melalui terapi GLP-1 tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik, tetapi juga perlindungan terhadap kesehatan jantung serta upaya memperpanjang usia harapan hidup.
“Pil GLP-1 kini telah hadir. Dengan persetujuan untuk terapi GLP-1 oral sekali sehari dari Novo Nordisk, pasien memiliki pilihan pil yang praktis untuk mencapai penurunan berat badan yang setara dengan terapi suntikan,” ujar CEO Novo Nordisk Mike Doustdar.
Perkembangan inovasi medis ini menjadi perhatian penting mengingat tantangan obesitas yang juga dihadapi masyarakat Indonesia. Merujuk Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas pada orang dewasa telah mencapai 23,4 persen, yang berarti sekitar satu dari empat orang dewasa hidup dengan obesitas.
Masalah obesitas sentral atau perut buncit juga tercatat pada 36,8 persen penduduk usia di atas 15 tahun. Kondisi tersebut meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.
Selain beban kesehatan, obesitas juga menimbulkan dampak ekonomi. Penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2016 memperkirakan kerugian ekonomi akibat obesitas di Indonesia mencapai puluhan miliar rupiah per tahun jika memperhitungkan biaya pengobatan dan hilangnya produktivitas kerja.
General Manager Novo Nordisk Indonesia Sreerekha Sreenivasan menegaskan terobosan ini merupakan bagian penting dari misi jangka panjang untuk mentransformasi penanganan obesitas.
“Di Indonesia, kita menghadapi lonjakan angka obesitas yang mengkhawatirkan, yang sering kali menjadi pintu masuk bagi penyakit berbahaya lainnya seperti diabetes dan penyakit jantung. Bagi banyak orang dengan obesitas, perubahan gaya hidup saja tidaklah cukup, dan mereka berhak mendapatkan dukungan medis yang menyeluruh,” ujarnya.
Ia menambahkan, pesatnya inovasi ilmiah, termasuk pengembangan berbagai bentuk terapi GLP-1, menunjukkan dunia medis kini semakin siap menangani obesitas sebagai penyakit kronis yang serius. “Hal ini mengubah narasi yang ada, dari yang semula hanya soal penampilan, menjadi tentang kesehatan dan kelangsungan hidup jangka panjang,” katanya.
Sreerekha menegaskan, untuk saat ini fokus Novo Nordisk di Indonesia adalah bekerja bersama dokter, tenaga kesehatan, serta para pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemahaman bahwa obesitas merupakan penyakit yang perlu ditangani secara serius.
“Kami saat ini sangat fokus pada edukasi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta perluasan akses terhadap terapi yang sudah tersedia. Saat ini, terapi GLP-1 dalam bentuk suntikan seminggu sekali telah tersedia di Indonesia sebagai salah satu solusi medis bagi pasien,” jelasnya.
Obat GLP-1 Novo Nordisk untuk pengelolaan berat badan merupakan obat resep yang diberikan setelah konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional dan digunakan sebagai tambahan terhadap pola makan rendah kalori serta peningkatan aktivitas fisik. Obesitas kerap disertai kondisi lain seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, peningkatan lemak darah, penyakit jantung, dan nyeri sendi. Dalam berbagai studi klinis, terapi GLP-1 untuk pengelolaan berat badan terbukti membantu banyak pasien mencapai penurunan berat badan signifikan serta memperbaiki sejumlah faktor risiko yang berkaitan dengan kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.

2 hours ago
3















































