REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIK UMJ) menyelenggarakan Angkat Sumpah Lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Tahun Akademik 2025–2026.
Sebanyak 109 lulusan resmi diangkat sumpah oleh Dekan FIK UMJ, Dr Yani Sofiani, M.Kep., Sp.KMB, bertempat di Auditorium KH Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, Kamis (4/6/2026).
Baca juga: Campus Hiring FIK UMJ Buka Peluang Karier Perawat hingga ke Luar Negeri
Yani menyampaikan, mahasiswa telah menjalani proses pendidikan profesi selama satu tahun untuk mencapai kompetensi sebagai perawat profesional. Proses tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan ilmu keperawatan, keterampilan klinik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi praktik, serta sikap profesional dalam memberikan asuhan keperawatan.
“Profesi perawat bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah kemanusiaan dan bentuk ibadah kepada Allah SWT,” ungkap Yani dalam keterangan yang dikutip Jumat (5/6/2026).
Ia melaporkan, dari 109 mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi, 101 mahasiswa atau 93,5 persen dinyatakan lulus. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,78. Capaian tertinggi lulusan IPK 4,00, dan 62 persen lulusan meraih IPK di atas 3,75.
“Menjadi seorang Ners berarti siap menghadapi berbagai kondisi pasien dalam keadaan apa pun. Para lulusan diharapkan mampu mengabdikan ilmu yang telah diperoleh dengan empati, kasih sayang, serta menjunjung tinggi nilai-nilai dan etika keperawatan,” tambahnya.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMJ, Prof Dr Abdul Mu’ti, M.Ed memberikan ucapan selamat kepada para lulusan yang telah diangkat sumpah. Ia menekankan, sumpah profesi harus dipahami sebagai komitmen untuk menjaga amanah, memberikan pelayanan terbaik, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Mu’ti, amanah memiliki makna tanggung jawab, kepercayaan, dan beban yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Profesi perawat tidak hanya membutuhkan kompetensi teknis, tetapi juga kesabaran dan jiwa pelayanan.
“Kepercayaan adalah sesuatu yang sangat mahal, terlebih pada zaman ketika banyak orang saling tidak percaya. Karena itu, amanah harus dijaga dengan sungguh-sungguh,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ini.
Lebih lanjut, Mu’ti berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater. Menurutnya, citra UMJ akan terlihat melalui cara lulusan bekerja, berperilaku, dan bekerja sama dengan orang lain.
Rektor UMJ, Prof Dr Ma’mun Murod, M.Si, turut memberikan pesan kepada para lulusan agar sumpah profesi tidak berhenti sebagai ucapan seremonial. Sumpah harus diwujudkan dalam tindakan nyata ketika para lulusan bekerja di rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
“Sumpah itu tentu bukan sekadar diucapkan dengan lisan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” katanya menegaskan.
Ma’mun juga mengingatkan pentingnya integritas dalam menjalankan profesi. Menurutnya, sumpah profesi harus dimaknai secara serius sebagai komitmen moral dan tanggung jawab yang melekat pada diri seorang perawat.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan UMJ terus berkomitmen meningkatkan mutu dan layanan pendidikan. Ia juga mendorong pengembangan bidang keperawatan, termasuk program doktor ilmu keperawatan.
“Meskipun kampus ini sudah menunjukkan banyak kemajuan, kami tetap harus terus berbenah. Kami terus berusaha meningkatkan mutu dan layanan,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut, FIK UMJ memberikan apresiasi kepada lulusan terbaik.
Lulusan terbaik pertama diraih Ns Rizky Dwi Febryanti, S.Kep., dengan IPK 4,00. Lulusan terbaik kedua Ns Sandrina Nurul Fajriyah, S.Kep., dengan IPK 3,97. Sementara itu, lulusan terbaik ketiga Ns Amelia Wanda Putri, S.Kep.
Kegiatan angkat sumpah ini menjadi momentum penting bagi para lulusan Profesi Ners FIK UMJ untuk memasuki dunia pelayanan kesehatan sebagai tenaga profesional yang kompeten, berintegritas, dan berlandaskan nilai kemanusiaan serta keislaman.

13 hours ago
12

















































