Industri peleburan emas.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menaikkan asumsi harga logam dan komoditas tambang untuk tahun 2026. Proyeksi itu berpotensi menjadi sentimen positif bagi kinerja saham emiten pertambangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dilansir dari laporan resmi Fitch Ratings, proyeksi harga tembaga naik dari sebelumnya 9.500 dolar AS per ton menjadi 11.500 dolar AS per ton. Kenaikan asumsi harga tembaga didorong oleh meningkatnya permintaan dari elektrifikasi global.
Sementara itu, asumsi harga aluminium juga dinaikkan untuk seluruh periode proyeksi karena permintaan yang diperkirakan tetap kuat dalam beberapa tahun ke depan. Untuk tahun ini, proyeksi harganya naik dari 2.550 per ton dolar AS ke 2.900 dolar AS.
"Kenaikan asumsi harga aluminium untuk seluruh periode mencerminkan ekspektasi pertumbuhan permintaan yang tetap sehat serta terbatasnya penambahan pasokan dalam jangka menengah, selain dari rencana penambahan kapasitas di Indonesia dan Asia Tenggara," begitu dikutip dari laman resmi Fitch Rating di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Untuk emas, Fitch menaikkan asumsi harga sepanjang periode proyeksi seiring lonjakan harga pasar yang didorong pembelian bank sentral serta meningkatnya alokasi investasi dari investor institusi dan ritel seiring dengan tensi geopolitik global. Kenaikan harga emas diprediksi terjadi dari level 3.400 dolar AS per ton ke 4.500 dolar AS.
Untuk batu bara termal, Fitch menaikkan asumsi harga dari 95 dolar AS per ton ke 110 dolar AS per ton, karena kondisi pasar yang lebih ketat terutama pada kuartal I-2026. Hal itu dipicu oleh penurunan ekspor batu bara Indonesia akibat ketidakpastian kebijakan serta melemahnya produksi domestik China.
Sementara asumsi harga nikel jangka pendek juga dinaikkan ke 16 ribu dolar AS, seiring kebijakan pemerintah Indonesia yang menetapkan kuota produksi lebih rendah. Kebijakan tersebut berpotensi menekan pasokan global sehingga menopang harga nikel di pasar internasional.
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada mengatakan, kenaikan asumsi harga komoditas tersebut mencerminkan penilaian Fitch terhadap kondisi global saat ini. Menurut dia, naiknya harga komoditas biasanya menjadi sentimen positif bagi emiten yang berkaitan dengan sektor tersebut.
"Dengan adanya potensi kenaikan tersebut biasanya pelaku pasar akan berasumsi bahwa kenaikan tersebut akan berdampak khususnya positif pada emiten-emiten yang berkaitan dengan komoditas tersebut," ucap Reza.

7 hours ago
9
















































