REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Harga emas dunia dan atau logam mulia diproyeksikan terus mengalami tren kenaikan. Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga logam mulia bisa menembus Rp 3 juta per gram pada pekan depan.
Menurut catatannya, pada Sabtu (24/1/2026) harga emas dunia ditutup di level 4.985 dolar AS per troy ons. Sedangkan harga logam mulia dipatok di posisi Ro 2,88 juga per gram.
Ibrahim memproyeksikan, harga emas dunia pada minggu depan mengalami kenaikan menuju level 5.020 dolar AS per troy ons. Adapun harga logam mulia diperkirakan mencapai Rp 2,99 juta per gram. Jika naik kembali, resisten kedua harga emas dunia yakni mencapai 5.100 dolar AS per troy ons, dan harga logam mulia bisa menembus Rp 3,09 juta per gram.
“Jadi sepertinya tidak mencapai Rp 3,1 juta per gram, tapi di Rp 3,092 juta per gram,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Ahad (25/1/2026).
Ia menjelaskan berbagai sentimen yang memengaruhi kenaikan harga emas. Yakni mulai dari permasalahan geopolitik, perang dagang, perpolitikan Amerika Serikat (AS), hingga kondisi supply dan demand.
Mengenai tensi geopolitik, meski polemik soal pencaplokan Greenland sedikit mereda, hubungan Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin Uni Eropa saat ini masih memanas. Hal itu kaitannya dengan konflik di berbagai wilayah, baik di Eropa, Timur Tengah, maupun Amerika Latin.
“Kemudian perang dagang, pun juga sebenarnya sudah ada deal-deal antara AS dengan Eropa tidak akan mengenakan tarif dagang, kemudian tidak akan menggunakan militer, tetapi kita harus lihat bahwa tarif 15 persen masih akan berjalan di bulan Februari karena Februari sebetulnya batas untuk perang dagang akan berlaku tarifnya 15 persen. Ini kemungkinan besar membuat sedikit ketegangan tersendiri,” ungkapnya.
Selain itu, masalah gonjang-ganjing perpolitikan AS juga dinilai menjadi salah satu sentimen kenaikan harga emas. Trump pada minggu lalu diketahui telah menentukan calon Gubernur Bank Sentral AS (menggantikan Jerome Powell). Ada empat calon yang disetujui oleh Trump, yakni Kevin Warsh, Kevin Hassett, Christopher Waller, dan Rick Rieder.
“Jadi ada empat orang yang kemungkinan besar akan mengerucut ini akan dibawa ke fit and proper test di Kongres, nanti salah satu akan diangkat. Keempat-empatnya ini adalah orang bawaan dari Trump, siapapun yang menjadi Gubernur Bank Senral AS adalah orangnya Trump. Ada kecondongan bahwa yang dijadikan Gubernur Bank Sentral AS adalah Kevin Hassett dan Kevin Warsh,” terangnya.
Ibrahim melanjutkan, dari segi demand dan supply, ia menerangkan ada data terbaru Bank Sentral China yang dikabarkan terus menimbun cadangan devisanya dengan logam mulia, bahkan sudah cukup tinggi. Kemudian Bank Sentral Rusia pun kurang lebih demikian.

1 hour ago
2













































