Evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, Ahad (24/1/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, total sudah 16 kantong jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat yang telah diterima Tim Disaster Victim Identification (DVI). Data itu tercatat hingga Ahad (26/1/2026) pukul 12.00 WIB.
Dari total 16 jenazah yang ditemukan dan masuk Pos Tim DVI Polda Jabar, sebanyak tujuh di antaranya sudah berhasil diidentifikasi. Sedangkan sisanya atau sembilan jasad masih dalam proses.
"Hingga hari ini per pukul 12.00 WIB, jumlah kantong jenazah yang diterima bertambah menjadi 16 kantong. Terdapat dua kantong berisi potongan tubuh. Dari keseluruhan temuan, sebanyak tujuh jenazah telah berhasil diidentifikasi kemudian diserahkan kepada pihak keluarga," kata Hendra di Desa Pasirlangu.
Hendra mengatakan, seluruh jenazah yang berhasil ditemukan dari lokasi longsor yang berada di kaki Gunung Burangrang itu ditampung di Pos Tim DVI Polda Jabar untuk dilakukan postmortem.
"Postmortem merupakan upaya identifikasi jenazah secara fisik, meliputi pemeriksaan gigi, wajah, sidik jari, serta indikator lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi korban. Proses ini dilakukan di dua lokasi, yaitu di sisi kanan dan sisi belakang kami," ujar dia.
Setelah data fisik diperoleh, kata Hendra, selanjutnya dilakukan pencocokan dengan data identitas, baik secara manual maupun digital melalui sistem elektronik yang terintegrasi dengan data tunggal kependudukan (KTP).
"Hari ini (sampai pukul 12.00 WIB) terdapat empat kantong tambahan yang masuk. Dari jumlah tersebut, dua jenazah telah berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi melalui data ante mortem," ujar Hendra.
Insiden longsor di Kecamatan Cisarua sendiri terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari dan melanda wilayah RT 05 RW 11 Kampung Pasir Kuning. Sedikitnya ada 30 rumah warga yang tertimbun material longsor dengan 113 jiwa atau 34 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung. Pencarian telah langsung dimulai oleh Tim SAR gabungan sejak hari pertama, melibatkan sejumlah instansi mulai Basarnas, Polri, TNI, hingga relawan.

1 hour ago
2













































