Hipertensi (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Cirebon hingga kini masih terus berjalan. Dari hasil pemeriksaan sejauh ini, hipertensi dan obesitas paling banyak dialami warga di kabupaten tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni mengatakan, hasil itu diketahui dari pemeriksaan CKG yang dilakukan di 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon sepanjang tahun ini.
Secara keseluruhan, hasil CKG hingga Oktober 2025 yang diperoleh Dinkes Kabupaten Cirebon, yakni hipertensi 35.760 orang, obesitas sebanyak 29.292 orang, kegemukan (overweight) 27.908 orang, pre-hipertensi 25.419 orang, pre-diabetes 31.928 orang, diabetes melitus 6.716 orang, gangguan penglihatan 11.778 orang dan gangguan pendengaran sebanyak 1.292 orang.
Menurut Eni, deteksi dini melalui CKG sangat penting agar masyarakat yang memiliki risiko penyakit dapat segera ditangani. Penanganan itu penting sebelum kondisi pasien memburuk. “CKG ini sebagai upaya mendeteksi dini supaya bisa segera ditangani,” katanya, akhir pekan ini.
Eni menambahkan, pihaknya terus menggenjot pelaksanaan CKG. Hingga Oktober 2025 di Kabupaten Cirebon, program itu telah mencapai 21 persen dari target 40 persen yang ditetapkan hingga akhir tahun 2025.
Dinkes Kabupaten Cirebon pun kini menerapkan strategi jemput bola dengan menerjunkan petugas untuk turun langsung. Jemput bola itu dilakukan ke sekolah-sekolah, desa-desa hingga majelis taklim. Strategi jemput bola itu dinilai penting mengingat tantangan terbesar dalam pelaksanaan program CKG di Kabupaten Cirebon adalah rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya. “Saat ini kita berada di urutan kelima di Jawa Barat dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kesehatan,” kata Eni.

8 hours ago
6












































