Kementerian LHK Terjunkan Tim Khusus Analisis Longsor Cisarua, Peningkatan Pertanian Sayuran Disorot

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bakal menerjunkan tim khusus untuk mendalami penyebab longsor aspek secara saintis di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Metode itu sudah diterapkan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

"Kalau bicara lingkungan ini harus saintis, tidak bisa main kira-kira. Jadi tenaga ahli akan segera bergabung dengan pemerintah kabupaten di bawah pimpinan Bapak Bupati kita akan melakukan pendalaman sangat detail terhadap lanskap ini," kata Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofik di Desa Pasirlangu, Ahad (25/1/2026).

Hasil pendalaman tersebut, kata Hanif, akan menjadi bahan untuk melakukan sejumlah langkah evaluasi lebih lanjut. Seperti perbaikan lingkungan pada lanskap kawasan tersebut. Pendalaman diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua pekan.

"Saya rasa perlu lebih agak mendalam ini kami mungkin perlu waktu 1-2 minggu untuk menyelesaikan kajian detail bersama para ekspert dari akademisi, dari BRIN, dan lain-lain untuk merumuskan langkah-langkah ini," ujar Hanif.

Namun melihat secara kasat mata, terang Hanif, kawasan di Cisarua sudah didominasi pertanian sayuran seperti kol, kubis, paprika, dan lainnya. Menurut dia, sayuran-sayuran tersebut bukan berasal dari kawasan asli Indonesia, melainkan negara-negara subtropis seperti Amerika Selatan Chile, Peru, dan Andes.

Menurut Hanif, tren perkebunan tanaman jenis di atas di kawasan perbukitan kian tahun kian meningkat. Hanif mengatakan bahwa pada 2025 keberadaannya tidak semasif sekarang.

Masifnya perkebunan sayuran di area perbukitan sendiri dianggap dapat menyebabkan kerawanan tinggi akan terjadinya bencana. Sebab, sifatnya berbeda dengan pepohonan keras yang akarnya dapat turut memperkuat struktur tanah.

Oleh karena itu, faktor lingkungan ini ditengarai cukup berpengaruh terhadap risiko terjadinya bencana, alih-alih faktor hujan. Ia mengatakan, curah hujan di kawasan longsor Cisarua sendiri lebih ringan ketimbang saat bencana di Sumatera atau Ciliwung.

"Sehingga harus saja langkah-langkah mendasar keberanian kita semua untuk menyelamatkan penduduk yang lain. Kita perlu melakukan dengan hati-hati. Tidak bisa langsung spontan, tapi harus kita lakukan dengan sistematis," terang dia.

Read Entire Article
Politics | | | |