Tank Israel beroperasi di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, dekat Galilea Atas, di Israel utara, 26 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah mengatakan para pejuangnya melancarkan beberapa serangan terhadap pasukan Israel di dalam wilayah Lebanon pada hari Kamis. Para pejuang kelompok tersebut menargetkan beberapa posisi militer Israel, dengan fokus utama pada pertemuan pasukan dan kendaraan di beberapa kota di Lebanon selatan, termasuk Yohmor alShaqif, Rashaf, al-Qantara dan Khiam.
Pernyataan itu mencatat bahwa kumpulan pasukan Israel berulang kali diserang menggunakan serangan roket dan skuadron drone penyerang.
Daerah di sekitar Kastil Beaufort yang bersejarah di Lebanon muncul sebagai titik nyala utama, di mana Hizbullah mengklaim telah menembakkan peluru artileri berturut-turut, serangan roket besar-besaran dan serangan pesawat tak berawak terhadap pos komando dan konsentrasi pasukan Israel, di samping penghancuran beberapa tank Merkava Israel.
The Times of Israel melaporkan seorang perwira IDF tewas akibat serangan rudal anti-tank Hizbullah di Lebanon selatan pada Kamis. Militer menyebut perwira yang terbunuh itu berpangkat kapten dari Batalyon 75 Brigade Lapis Baja ke-7, dari Mishmar HaShiv'a.
Sekitar pukul 16.00 sore, seorang agen Hizbullah menembakkan rudal anti-tank ke tank Israel yang beroperasi di utara Sungai Litani, menewaskan kapten tersebut.
Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menolak kesepakatan gencatan senjata yang disepakati Lebanon dan Israel. Qassem menegaskan, selama agresi Israel berlanjut, Hizbullah bakal terus mengonfrontasinya.
Dalam sebuah pernyataan bersama pada Kamis (4/6/2026), Lebanon-Amerika Serikat (AS)-Israel mengumumkan soal telah tercapainya gencatan senjata. Penerapannya didasarkan pada penghentian total tembakan Hizbullah dan penarikan semua anggota Hizbullah dari wilayah selatan Sungai Litani. Sungai tersebut mengalir sekitar 30 kilometer di utara perbatasan Israel-Lebanon.
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan, AS akan menentukan waktu dan mekanisme penerapan gencatan senjata. Hal itu dapat dimulai dalam waktu 24 jam setelah menerima persetujuan.

18 hours ago
14

















































