Hujan dan Angin Kencang, Sejumlah Pohon Besar di Kompleks Makam Syekh Dzatul Kahfi Tumbang

3 weeks ago 20

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON--Sejumlah pohon besar dan diperkirakan sudah berusia ratusan tahun di Kompleks Makam Syekh Dzatul Kahfi, yang merupakan kawasan kompleks pemakaman wisata religi Gunung Jati, Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, tumbang. Peristiwa itu, diawali dengan hujan deras dan angin kencang.

Pasca peristiwa yang terjadi pada Sabtu (27/12/2025) sore itu, petugas gabungan dari Brimob Polda Jawa Barat, TNI, Polres Cirebon Kota, bersama masyarakat Desa Astana pun bergerak cepat melakukan evakuasi pohon yang tumbang.

Lokasi pertama pohon tumbang itu berada di akses pintu masuk Makam Syekh Dzatul Kahfi. Di titik tersebut, ranting besar pohon kesambi dengan diameter sekitar 130 centimeter patah dan menutup jalur utama pengunjung. Petugas segera melakukan pengaturan jalur alternatif agar aktivitas masyarakat tetap dapat dikendalikan dengan aman.

Lokasi kedua pohon tumbang berada di Kompleks Petilasan Walisongo Blok Kuncen. Di tempat tersebut, pohon randu alas berdiameter sekitar 150 centimeter tumbang dan menimpa bangunan petilasan hingga mengalami kerusakan berat. Kerusakan pada bangunan tersebut diperkirakan mencapai 95 persen.

Sedangkan lokasi ketiga pohon tumbang berada di area Sumur Ka Huripan Blok Kuncen. Di tempat itu, pohon jati berdiameter sekitar 40 centimeter tumbang ke area lahan kosong. Di titik tersebut, tidak ditemukan dampak lanjutan terhadap bangunan maupun aktivitas masyarakat.

Juru kunci kawasan makam keramat Gunung Jati, Nasirudin, mengatakan, saat itu tiba-tiba terjadi angin kencang dan berlangsung cukup kuat. “Sabtu kemarin tepat jam 15.00 WIB, angin kencang seperti puting beliung melingkari area pemakaman, khususnya di sekitar sumur Jalatunda. Akibatnya banyak pohon roboh, salah satunya pohon randu yang usianya sekitar 200 tahun,” ujar Nasirudin, Ahad (28/12/2025).

Menurut Nasirudin, tumbangnya pohon tua tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan penutup makam. Kerusakan juga banyak terjadi pada makam masyarakat umum. “Kerusakan paling parah terjadi pada cungkup makam Walisongo yang berada tepat di bawah pohon Randu tua. Namun Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” katanya.

Kegiatan pembersihan dan penanganan pohon tumbang itu dilakukan pada Ahad (28/12/2025) oleh petugas gabungan. Batang pohon randu berukuran besar dipotong-potong menggunakan peralatan khusus agar mudah dievakuasi.

Berkat kerja sama lintas instansi dan partisipasi warga, area pemakaman yang sempat tertutup batang dan ranting pohon sudah kembali bersih dan rapi.

Sementara menurut Kapolsek Gunung Jati, AKP Muchammad Qomaruddin, kegiatan tersebut merupakan bentuk respons cepat aparat dalam membantu masyarakat pascabencana alam. “Kegiatan ini sebagai wujud nyata sinergitas Polri dan TNI dalam membantu masyarakat membersihkan pohon tumbang akibat bencana alam,” katanya.

Di tempat yang sama, Komandan Kompi (Danki) Brimob Polda Jabar, Iptu Jajang mengatakan, petugas bergerak cepat menebang, memotong, dan menyingkirkan batang pohon besar yang melintang. "Kami memastikan setiap potongan pohon dapat dibersihkan dengan aman. Berkat kerja keras dan sinergi yang solid," katanya.

Read Entire Article
Politics | | | |