IHSG Dibuka Melemah, Saham yang Keluar dari MSCI Tertekan

9 hours ago 9

Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026). IHSG pada sesi pertama kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 09.30 WIB namun mampu memangkas koreksi pada akhir sesi satu. IHSG tengah hari terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan IHSG hari ini masih disebabkan Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sebanyak 720 saham turun, 65 naik, dan 22 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (13/5/2026) pagi, dibuka melemah 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen ke level 6.763,94. Sementara, indeks 45 saham unggulan atau LQ45 dibuka melemah 5,90 poin atau sekitar 0,88 persen ke 663,94.

Saham enam emiten yang keluar dari  MSCI Global Standard Index juga mengalami pelemahan. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melemah 5,3 persen ke level 1.340. Sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 9,83 persen ke level 3.670.

Morgan Stanley Capital International (MSCI), lembaga penyedia indeks global, mengumumkan hasil tinjauan indeks pasar Indonesia dalam MSCI May 2026 Index Review.

Dalam hasil tinjauan tersebut, enam saham Indonesia resmi dikeluarkan dari daftar MSCI Global Standard Index. Keenam emiten tersebut yakni:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Rebalancing MSCI Mei 2026 cenderung di bawah ekspektasi pasar, karena jumlah saham Indonesia yang dikeluarkan lebih banyak dari perkiraan awal, yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Kondisi ini mencerminkan penurunan representasi saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Index,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Politics | | | |