REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menjaga kebersihan pantai bukan sekadar urusan estetika, melainkan ikhtiar memastikan pariwisata tumbuh selaras dengan kelestarian alam. Di tengah tingginya arus kunjungan wisatawan ke Bali, persoalan sampah di kawasan pesisir menjadi tantangan nyata yang menuntut keterlibatan banyak pihak.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama Pandawara Group menggelar aksi Beach Clean Up di Pantai Kelan, Bali, untuk memperkuat komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan. Kegiatan tersebut melibatkan relawan lintas sektor untuk menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan destinasi.
Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman mengatakan kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong dalam merawat destinasi unggulan nasional.
“Kolaborasi lintas elemen ini mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga destinasi wisata unggulan Bali. Kesadaran terhadap isu sampah dan pelestarian lingkungan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pariwisata Indonesia,” ujar Herdy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Dalam aksi tersebut, para relawan mengumpulkan lebih dari 2,25 ton sampah, terdiri atas sekitar 2,1 ton sampah organik dan 153 kilogram sampah anorganik. Upaya ini tidak hanya menciptakan kawasan pantai yang lebih bersih dan nyaman, tetapi juga berkontribusi pada potensi reduksi emisi karbon hingga 0,87 ton CO2e.
Pantai Kelan yang berlokasi sekitar lima kilometer di selatan landasan pacu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dikenal sebagai lokasi favorit wisatawan untuk menikmati matahari terbenam dengan latar aktivitas pesawat lepas landas dan mendarat. Deretan kuliner seafood dan kafe turut memperkuat daya tarik kawasan tersebut.
“Dengan Bali sebagai penyumbang signifikan pergerakan wisatawan mancanegara yang mencapai 16,33 juta pergerakan sepanjang 2025, menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi menjadi tanggung jawab bersama,” kata Herdy.
Ia menegaskan, aksi bersih pantai tersebut berada dalam payung program InJourney Green yang berfokus pada pelestarian lingkungan serta pengelolaan pariwisata berkelanjutan dari hulu hingga hilir. Menurutnya, persoalan sampah di destinasi wisata bersifat sistemik sehingga membutuhkan kolaborasi berkesinambungan.
“Permasalahan ini tentu tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, kami percaya setiap elemen, mulai dari pemerintah, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan,” ujarnya.

2 hours ago
8















































