REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menegaskan penyertaan modal tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati tetap dibutuhkan untuk menjaga operasional, keamanan, dan keselamatan penerbangan. Corporate Secretary Group Head Angkasa Pura Indonesia, Arie Ahsanurrohim, mengatakan dukungan modal, termasuk setoran Pemprov Jabar sekitar Rp 100 miliar per tahun, masih diperlukan mengingat kondisi bandara yang belum mencapai titik profitabilitas.
“Sebagai salah satu pemegang saham sekaligus pengelola, kami menilai penyertaan modal tersebut diperlukan, khususnya untuk pemeliharaan fasilitas, operasional bandara, serta aspek keamanan dan keselamatan,” kata Arie, Jumat (9/1/2026).
Ia menegaskan, jika setoran modal tidak dilakukan, terdapat potensi penurunan tingkat layanan (service level) bandara.
“Jika penyetoran tersebut tidak dilakukan, potensinya service level akan turun,” ujar Arie.
Arie mengakui kondisi BIJB Kertajati hingga saat ini belum memberikan keuntungan finansial. Namun, penyertaan modal tersebut, kata dia, merupakan bagian dari kesepakatan para pemegang saham yang telah diatur dalam perjanjian.
“Sesuai pernyataan Pak Gubernur, setoran modal tersebut pada prinsipnya juga sudah diatur dalam shareholders agreement,” ujarnya.
Meski menghadapi tantangan operasional, Arie menyebut InJourney Airports terus berupaya meningkatkan kinerja bandara, termasuk dengan membuka peluang rute penerbangan baru.
“Tentunya saat ini kami sedang berproses dengan seluruh pihak terkait untuk pembukaan rute-rute penerbangan baru,” ucapnya.
Terkait pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengindikasikan opsi penghentian pendanaan bahkan penyetopan operasional BIJB Kertajati, Arie menilai keputusan tersebut perlu dibahas bersama seluruh pemegang saham.
“Mengenai hal tersebut tentunya harus dilakukan pembahasan bersama seluruh pemegang saham agar konsekuensi dari keputusan itu tidak menimbulkan persoalan lain,” tuturnya.
sumber : ANTARA

18 hours ago
6














































