inspeksi Dapur di Madinah, Menhaj Temukan Sejumlah Bahan Pangan Masih dari Negara Lain

1 day ago 20

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf buka suara terkait adanya penangkapan tiga warga negara Indonesia (WNI) di Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH — Untuk memastikan layanan konsumsi jamaah haji Indonesia gelombang kedua selama di Madinah, Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf meninjau dua dapur pada Rabu (3/6/2026) siang.

Bersama sejumlah anggota Amirul Hajj, Menhaj berkunjung ke katering Meez Mery dan Uhud Taiba. Kunjungan ini untuk memastikan kualitas layanan konsumsi bagi jamaah. Hal tersebut sekaligus sebagai bagian dari pengawasan terhadap sejumlah dapur katering yang melayani jamaah haji Indonesia.

Ketika berada di Meez Merry, rombongan mengecek proses memasak, gudang penyimpanan, bahan baku masakan, serta bumbu masak. Ia memperoleh penjelasan bahan baku masakan seperti santan berasal dari Indonesia. Namun faktanya di kardus berisi santan kemasan itu tercantum lisensi dari Malaysia.

Begitu pula di Ubud Taiba, Menhaj mendapat penjelasan ikan teri dan patin berasal dari negara lain. Padahal Indonesia bisa dikatakan sumber kedua jenis ikan tersebut. Gus Irfan menegaskan, pengecekan difokuskan pada standar kebersihan, kesehatan, serta kualitas pengolahan makanan.

“Pertama, kami memastikan mereka memasak dan melayani jamaah dengan baik, bersih, dan sehat,” ungkap Gus Irfan.

Selain itu, pemerintah menyoroti peluang optimalisasi penggunaan bahan pangan asal Indonesia dalam layanan katering haji. Ia menemukan sejumlah bahan yang sebenarnya dapat dipasok dari dalam negeri, seperti santan dan ikan patin, namun masih didatangkan dari negara lain.

“Saya lihat ada santan, saya yakin itu dari Indonesia, tapi mereknya dari negara tetangga. Ikan patin juga begitu, padahal kita bisa memproduksinya,”kata dia.

Ia mengakui, hingga saat ini pengiriman bahan pangan seperti beras dari Indonesia ke Arab Saudi masih terkendala, terutama akibat situasi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada mahalnya biaya logistik.

sumber : MCH 2026

Read Entire Article
Politics | | | |