REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepanjang 2025, jumlah investor domestik menjadi penopang utama pasar modal Indonesia. Hal itu tercermin dari transaksi saham harian yang melonjak 40,54 persen serta penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 22,1 persen, meski pasar global diliputi tekanan geopolitik dan perlambatan ekonomi.
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edi Manindo Harahap menyebut, jumlah Single Investor Identification (SID) meningkat signifikan sepanjang 2025 hingga mencapai 20,2 juta. Penambahan investor baru tercatat sebanyak 5,34 juta hanya dalam satu tahun.
“Jumlah Single Investor Identification per 23 Desember 2025 bertambah 5,34 juta menjadi 20,2 juta SID,” kata Edi dalam konferensi pers penutupan perdagangan pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/12/2025).
Lonjakan basis investor tersebut tercermin pada aktivitas transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian saham sepanjang 2025 naik 40,54 persen menjadi Rp 18,06 triliun, jauh di atas capaian 2024 sebesar Rp 12,85 triliun.
“Rata-rata nilai transaksi harian saham sepanjang 2025 meningkat 40,54 persen menjadi Rp 18,06 triliun,” ujar Edi.
Di tengah tekanan global, pasar saham Indonesia tetap mencatat kinerja positif. IHSG tumbuh 22,1 persen secara year to date dan ditutup di level 8.644,26 pada 29 Desember 2025. Kapitalisasi pasar saham pun melonjak 28,16 persen menjadi Rp 15.810 triliun.
“Secara umum, kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan menjelang penutupan tahun 2025,” kata Edi.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengakui pasar sempat tertekan pada paruh pertama 2025. IHSG bahkan turun hingga level terendah 5.996 akibat dinamika geopolitik global, pelemahan nilai tukar, serta kebijakan tarif dagang Amerika Serikat.
“Pada paruh pertama tahun 2025, pergerakan indeks mengalami tekanan cukup dalam hingga mencapai level terendah di 5.996,” ujar Iman.
Namun, penguatan investor domestik dan respons kebijakan regulator mendorong pemulihan pada paruh kedua 2025. IHSG mencatat all time high sebanyak 24 kali sepanjang tahun dengan kapitalisasi pasar menembus Rp 16.000 triliun.
“Sepanjang tahun 2025, all time high tercapai sebanyak 24 kali,” kata Iman.
Ia menegaskan, peran investor ritel kian dominan. Lebih dari 600 ribu investor aktif bertransaksi setiap bulan dan lebih dari 250 ribu investor aktif harian. Basis investor muda pun mendominasi, dengan lebih dari 79 persen investor individu berusia di bawah 40 tahun.

3 weeks ago
21















































