REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak dari kita yang mungkin tumbuh besar dengan narasi bahwa kuning telur adalah "musuh" bagi kesehatan jantung. Mungkin kamu termasuk salah satu orang yang dengan telaten memisahkan bagian kuning yang gurih itu dan hanya melahap bagian putihnya saja demi menghindari kolesterol.
Namun, seorang ahli kardiologi dan spesialis kedokteran fungsional dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di India, dr Alok Chopra, membawa perspektif berbeda tentang kuning telur. Dia mengatakan telur adalah salah satu makanan paling bergizi dan serbaguna, namun sayangnya sering kali dikritik secara tidak adil.
Menurut dr Chopra, kebiasaan hanya memakan putih telur justru bisa menjadi bumerang bagi kesehatan tubuh. Secara medis, dr Chopra menjelaskan bahwa putih telur jika dikonsumsi sendirian sebenarnya merupakan protein inflamasi. Artinya, tanpa pasangan kuningnya, putih telur justru berpotensi memicu peradangan di dalam tubuh.
"Telur menjadi makanan yang utuh hanya jika dikombinasikan dengan kuningnya. Jadi, jangan hanya makan putih telur, konsumsilah kuning telur itu juga," ujarnya dikutip dari laman Hindustan Times pada Selasa (10/2/2026).
Kuning telur sering dianggap sebagai penyebab utama berbagai masalah kesehatan. Kekhawatiran utama masyarakat biasanya berpusat pada kandungan kolesterol dalam kuning telur. Namun, dr Chopra mengatakan kuning telur justru menyimpan sebagian besar nutrisi penting yang tidak dimiliki oleh putih telur. Jika dibandingkan dengan bagian putihnya, kuning telur mengandung jauh lebih banyak Vitamin A, Vitamin E, dan asam lemak Omega-3 yang sangat krusial bagi metabolisme.
Dia menjelaskan, kolesterol sebenarnya sangat penting untuk struktur sel, produksi hormon, fungsi otak, hingga menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat. Yang jarang diketahui publik, kata dia, adalah fakta bahwa sekitar 85 persen kolesterol dalam tubuh kita sebenarnya diproduksi sendiri oleh organ hati, terlepas dari apa yang kita makan.
"Berlawanan dengan kepercayaan populer, kolesterol bukanlah penyebab penyakit jantung. Itu mengejutkan bagi semua orang. Kolesterol dibuat di dalam tubuh kita. Faktanya, 85 persen darinya diproduksi di dalam tubuh, dan Tuhan tidak akan pernah melakukan sesuatu yang salah," ujarnya.

2 hours ago
4















































