230 Ribu Orang Diprediksi Padati Kawasan Gwanghwamun Saat Comeback BTS

2 hours ago 4

Grup K-pop BTS. Pihak kepolisian Korea Selatan bersiap menjelang penampilan spektakuler grup K-pop BTS di Seoul bertajuk BTS Comeback Live: Arirang yang dijadwalkan pada 21 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak kepolisian Korea Selatan bersiap menjelang penampilan spektakuler grup K-pop BTS di Seoul bertajuk "BTS Comeback Live: Arirang" yang dijadwalkan pada 21 Maret 2026. Acara yang akan berpusat di kawasan bersejarah Gwanghwamun ini dinilai membutuhkan protokol keamanan yang jauh melampaui standar konser musik pada umumnya.

Komisaris Badan Kepolisian Metropolitan Seoul, Park Jeong-bo, mengatakan keselamatan publik adalah harga mati. Menurut dia, kepolisian telah menyusun strategi matang dengan membentuk tim khusus lintas unit. 

“Kami telah membentuk satuan tugas yang dipimpin oleh kepala Divisi Keamanan Publik untuk memastikan keselamatan acara tersebut, dengan semua unit berfokus pada pengamanan keselamatan,” ujarnya dikutip dari laman Koreaboo pada Senin (9/2/2026) waktu setempat.

Pihak kepolisian memprediksi jika massa memenuhi area Gwanghwamun hingga Daehanmun, sedikitnya 230 ribu orang akan tumpah ruah di satu titik. Angka tersebut bahkan berpotensi melonjak hingga 260 ribu jiwa jika kerumunan meluap hingga ke arah Sungnyemun. Untuk mengantisipasi lautan manusia ini, otoritas setempat membagi area acara menjadi empat zona besar yang disubdivisikan lagi menjadi 15 bagian detail demi pengawasan kerumunan yang lebih presisi.

Selain pengaturan massa di lapangan, polisi juga bersiaga penuh terhadap ancaman di ruang digital. Penindakan tegas akan dilakukan terhadap penggunaan program makro saat perburuan tiket, gangguan server secara sengaja, hingga segala bentuk pelanggaran Undang-Undang Jaringan Informasi dan Komunikasi. Patroli siber juga diperketat untuk menyisir penipuan pemesanan tiket maupun akomodasi yang sering kali menyasar para penggemar yang datang dari luar negeri.

Keamanan fisik tetap menjadi prioritas yang paling krusial. Mengingat risiko gangguan ketertiban hingga ancaman keamanan serius di tengah kerumunan ekstrem, kepolisian menyiagakan unit-unit taktis khusus.

Read Entire Article
Politics | | | |