Danantara Pastikan Porsi Ekuitas 30 Persen di Proyek Waste to Energy

3 hours ago 8

Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Pandu Patria Sjahrir, usai menghadiri acara opening Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 di Gedung Danantara Indonesia, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menegaskan keterlibatan Danantara dalam skema pendanaan proyek waste to energy (WTE) dilakukan dengan porsi minimal sebesar 30 persen. Pandu menjelaskan, secara umum struktur pendanaan proyek WTE dirancang dengan komposisi sekitar 70 persen berasal dari pinjaman (debt) dan 30 persen dari ekuitas.

“Kita kan minimum 30 persen dari 30 persen itu, kurang lebih begitu. Karena kan ada juga mitra teknologi yang ikut datang. Seperti yang sudah kami umumkan, semuanya minimal 30 persen dari total ekuitas,” ujar Pandu usai menghadiri acara China Conference: Southeast Asia (CCSEA) 2026 South China Morning Post (SCMP) bersama Danantara Indonesia dan Kadin Indonesia di The St. Regis Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Ia menegaskan porsi tersebut tidak dihitung dari total pendanaan proyek, melainkan hanya dari bagian ekuitas. Dengan demikian, keterlibatan Danantara tidak mencakup keseluruhan pembiayaan proyek.

“Bukan dari total pendanaan. Jadi kalau nanti financing pun kita akan buka, bukan berarti semuanya Himbara. Kita ingin semua bank ikut. Jadi ini penting,” sambung Pandu.

Pandu menambahkan skema tersebut berlaku untuk seluruh proyek WTE yang berada dalam portofolio Danantara Indonesia. Ia menjelaskan mekanisme pembiayaan akan dilakukan secara terbuka melalui proses lelang konsorsium, sehingga setiap pihak dapat mengajukan skema pembiayaan terbaik.

Read Entire Article
Politics | | | |