Pemerintah Targetkan Indonesia Jadi Pemain Utama Industri Hidrogen Global

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesia membidik peran sebagai pemain utama dalam pengembangan ekosistem hidrogen dunia seiring besarnya potensi energi baru terbarukan (EBT) nasional dan agenda hilirisasi industri. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung mengatakan, pengembangan ekosistem hidrogen penting untuk mendorong industrialisasi, memperluas hilirisasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan EBT di dalam negeri. Potensi EBT nasional yang mencapai sekitar 3.600 gigawatt dinilai mampu menjadi fondasi pengembangan industri hidrogen dari hulu hingga hilir.

“Kalau ini bisa kita kembangkan, energi baru terbarukan sesuai potensi yang ada dan kita maksimalisasikan untuk kepentingan hilirisasi industri, termasuk mengembangkan ekosistem hidrogen, potensi kita sebagai pemain utama dunia ini akan sangat besar,” kata Yuliot saat peluncuran Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Kantor Direktorat Jenderal EBTKE, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, pemanfaatan hidrogen tidak hanya diarahkan sebagai bahan baku industri dan pembangkit, tetapi juga sebagai bahan bakar. Sejumlah negara telah mengembangkan hidrogen untuk sektor transportasi, termasuk kendaraan dan pelayaran jarak jauh. Jepang menjadi salah satu negara yang telah memasuki tahap industri massal kendaraan berbasis hidrogen.

Yuliot menilai posisi geografis Indonesia yang berada di jalur perdagangan dunia membuka peluang besar untuk memasok hidrogen bagi kebutuhan industri dan transportasi global. Selain itu, pemanfaatan hidrogen juga menjangkau teknologi tinggi, termasuk pengembangan roket, sehingga memerlukan pembangunan ekosistem yang terintegrasi dan kolaboratif.

“Ini merupakan ekosistem yang harus kita bangun secara bersama-sama. Dengan rencana Hydrogen Ecosystem Summit 2026 ini, peluang tersebut bisa kita konsolidasikan,” ujarnya.

Pengembangan hidrogen, lanjut Yuliot, selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Ketahanan energi tersebut berkaitan erat dengan ketahanan pangan serta keberlanjutan program hilirisasi industri.

Saat ini konsumsi hidrogen nasional mencapai sekitar 1,75 juta ton per tahun dan masih didominasi untuk sektor ketahanan pangan. Pemanfaatannya meliputi produksi urea sebesar 88 persen, amonia 4 persen, serta kilang minyak sekitar 2 persen. Pemerintah melihat tren global pemanfaatan hidrogen sebagai peluang strategis untuk memperluas peran Indonesia dalam industri energi bersih.

Untuk mendukung target dekarbonisasi dan komitmen Net Zero Emission 2060, hidrogen diposisikan sebagai bahan baku sekaligus bahan bakar yang dinilai mampu mempercepat penurunan emisi. Peran hidrogen juga masuk dalam hilirisasi batu bara rendah kalori melalui proses gasifikasi yang menghasilkan hidrogen dan diolah menjadi dimethyl ether (DME).

Salah satu proyek yang disoroti adalah gasifikasi batu bara di Tanjung Enim yang telah memasuki tahap groundbreaking. Proyek ini dirancang mengolah sekitar 6 juta ton batu bara per tahun dan menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun, sekaligus mengurangi impor LPG hingga sekitar 1 juta ton per tahun serta menghemat devisa negara sekitar Rp9,7 triliun per tahun.

Di sisi energi bersih, hidrogen yang diproduksi dari sumber EBT seperti surya, angin, air, dan panas bumi diarahkan menjadi produk turunan bernilai tambah. Produk tersebut meliputi amonia hijau, metanol hijau, serta bahan bakar sintetis yang memiliki prospek besar untuk pasar ekspor dan pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri.

Pemerintah juga mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem hidrogen melalui pengembangan teknologi dan peningkatan investasi. Fokus pengembangan diarahkan pada penguatan industri barang modal dalam negeri serta pembentukan ekosistem pengguna, mulai dari sektor transportasi hingga industri yang memanfaatkan hidrogen dalam rantai pasok.

Global Hydrogen Ecosystem Summit 2026 dirancang sebagai langkah strategis untuk mengonsolidasikan peluang tersebut melalui agenda konferensi, business matching, hydrogen road test, serta uji coba kendaraan berbasis hidrogen. Forum ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam transisi energi global dan mendorong kontribusi nyata menuju ekonomi rendah karbon.

Read Entire Article
Politics | | | |