REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seiring bertambahnya usia, dinamika hubungan antara orang tua dan anak yang telah beranjak dewasa bisa jadi mengalami transformasi. Fase ini sering kali menantang, di mana komunikasi yang jujur, rasa hormat, dan empati dinilai menjadi fondasi utama untuk membangun hubungan yang lebih sehat.
Menurut pakar, ada beberapa kalimat sederhana namun kuat yang sangat ingin didengar oleh anak dewasa dari orang tua mereka untuk menyembuhkan luka lama dan mempererat ikatan. Terapis pernikahan dan keluarga di California Utara, AS, Lara Morales Daitter, menjelaskan bahwa pengakuan terhadap rasa sakit di masa lalu memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa.
"Anak-anak yang sudah dewasa sering kali mendambakan kalimat validasi dari orang tua mereka, seperti mengakui rasa sakit di masa lalu atau mengekspresikan pemahaman," ujarnya dikutip dari laman Huffington Post pada akhir pekan lalu.
1. Ayah/ibu minta maaf
Bagi banyak anak dewasa, permintaan maaf yang tulus adalah hal yang paling mereka nantikan. Terapis Jor-El Caraballo mengungkapkan bahwa generasi saat ini mulai menyadari bagaimana pilihan orang tua di masa lalu memengaruhi kesehatan mental mereka. Validasi melalui permintaan maaf menjadi kemenangan besar bagi anak yang ingin memutus siklus keluarga yang negatif.
Menurut terapis lainnya, Arielle Dualan, mengakui rasa sakit yang disebabkan, baik sengaja maupun tidak, mampu menciptakan ruang untuk perbaikan emosional. Caraballo juga mencatat bahwa di beberapa komunitas, terutama masyarakat kulit berwarna, orang tua sering kali merasa tertekan untuk "menjaga gengsi" sehingga sulit meminta maaf. Menormalkan permintaan maaf orang tua kepada anak dinilai sebagai langkah penyembuhan yang sangat mendalam.
2. Saat itu ayah/ibu sedang berada dalam mode bertahan hidup
Kalimat ini bukan sebuah alasan untuk perilaku buruk, melainkan pengakuan bahwa orang tua pernah melakukan kesalahan saat mencoba mengelola beban hidup yang berat. Penulis buku Set Boundaries, Find Peace, Nedra Glover Tawwab, mengatakan, sebagai anak, sulit bagi kita untuk melihat orang tua sebagai individu dewasa yang memiliki pekerjaan, beban dapur, dan masalah pribadi secara bersamaan.
"Jika saya memiliki lebih banyak dukungan, jika saya memiliki lebih banyak sumber daya, jika saya memiliki lebih banyak finansial, jika saya tidak sedang menjalani perceraian... benar-benar mengenali hal-hal tersebut dan mampu membicarakannya dapat menjadi sangat menyembuhkan bagi hubungan anak yang sudah dewasa," ujar Tawwab.

2 hours ago
4















































