Jangan Cuma Pas Diet! Ini 9 Alasan Kamu Perlu Rutin Makan Salad

2 days ago 19

Salad (ilustrasi). Mengonsumsi salad secara rutin ternyata memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, mulai dari meningkatkan kesehatan jantung hingga membantu menjaga fungsi otak seiring bertambahnya usia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seiring meningkatnya kesadaran gaya hidup sehat, sebagian orang kini telah menjadikan salad sebagai salah satu menu andalan. Mengonsumsi salad secara rutin ternyata memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, mulai dari meningkatkan kesehatan jantung hingga membantu menjaga fungsi otak seiring bertambahnya usia.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa manfaat kesehatan dari rutin mengonsumsi salad seperti dilansir laman Very Well Health, Rabu (3/6/2026):

1. Kesehatan jantung meningkat

Bahkan salad porsi porsi kecil yang terdiri atas selada atau bayam dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung jika dikonsumsi secara rutin. Sebuah studi jangka panjang terhadap lebih dari 53 ribu orang yang diikuti selama 23 tahun menemukan bahwa mengonsumsi salad per hari mengurangi risiko penyakit kardiovaskular sebesar 12 hingga 26 persen

Untuk manfaat terbaik bagi jantung, pilih saus salad berbahan dasar minyak zaitun. Hindari tambahan topping yang digoreng, seperti ayam goreng, tortilla strips, atau daging olahan seperti bacon atau salami.

2. Tekanan darah stabil

Salah satu alasan menurunnya risiko penyakit kardiovaskular adalah karena orang yang rutin mengonsumsi sayuran hijau berdaun cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Sayuran mengandung nitrat alami yang sehat. Tubuh mengubah nitrat tersebut menjadi oksida nitrat, yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

3. Risiko diabetes menurun

Makan salad setiap hari dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan bahkan mengurangi risiko diabetes. Serat dalam salad membantu tubuh memproses glukosa (gula) dengan lebih efektif. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa pola makan yang kaya sayuran dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 50 persen.

Read Entire Article
Politics | | | |