Jangan Gampang 'Teracuni', Ini Cara Bijak Menyikapi Ulasan Produk di Medsos

7 hours ago 9

Wanita belanja impulsif lewat online (ilustrasi). Media sosial telah mengubah masyarakat memperoleh informasi mengenai suatu produk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan teknologi digital telah mengubah total cara masyarakat berbelanja. Kemudahan mengakses berbagai platform membuat informasi tren terbaru tersebar dengan sangat cepat. Hal ini pun memicu perilaku konsumtif yang dapat mengganggu stabilitas keuangan.

Pakar ekonomi syariah sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Satria Utama, mengatakan fenomena fear of missing out (FOMO) menjadi pemicu utama masyarakat berbelanja tanpa rencana matang. Arus informasi di media sosial membuat banyak orang merasa wajib mengikuti tren agar tidak dianggap ketinggalan oleh lingkungan sekitar.

Selain itu, media sosial juga telah mengubah masyarakat memperoleh informasi mengenai suatu produk. Berbagai konten ulasan hingga rekomendasi produk terus muncul sehingga mendorong keinginan untuk membeli.

"FOMO muncul karena penyebaran informasi di media sosial berlangsung sangat cepat. Fenomena ini diperkuat oleh e-commerce yang agresif menawarkan produk. Bahkan saat kita tidak mencari barang, platform tetap menampilkan rekomendasi yang memikat mata," kata Satria dalam keterangan tertulis dikutip pada Ahad (5/7/2026)

Menurut Satria, kondisi tersebut dapat memicu perilaku belanja impulsif, di mana seseorang membeli barang tanpa ada perencanaan matang sebelumnya. Dalam situasi seperti ini, seseorang lebih mengedepankan dorongan emosional dibandingkan pertimbangan rasional mengenai manfaat maupun kebutuhan atas barang yang dibeli.

Berbagai strategi pemasaran digital seperti potongan harga besar, flash sale, promosi terbatas, hingga konten yang sedang viral di internet, turut memperkuat perilaku ini. Strategi tersebut, kata Satria, mendorong seseorang bertransaksi meskipun barang itu bukan kebutuhan utama.

"Awalnya kita tidak berniat membeli sesuatu. Namun dorongan belanja langsung muncul karena melihat barang sedang tren atau harganya diskon. Apalagì proses bayar sekarang sangat mudah melalui gawai. Transaksi selesai dalam hitungan menit tanpa harus datang ke toko," ujar Satria.

Read Entire Article
Politics | | | |