Jurus Satgas Pangan Madiun Kawal Ramadhan 1447 H

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bayangkan kecemasan para ibu saat melangkah ke pasar menjelang bulan suci, hanya untuk menemukan label harga yang melonjak tak masuk akal.

Di Kabupaten Madiun, kekhawatiran itu coba diredam lebih awal. Selasa (10/2), sebuah tim gabungan "pasukan khusus" lintas instansi mulai bergerak menyisir lorong-lorong pasar tradisional. Mereka bukan sedang berbelanja, melainkan sedang menjalankan misi krusial: memastikan stok pangan aman dan harga tetap "jinak" di bawah batas tertinggi.

Pasar Caruban menjadi titik awal pergerakan Satgas Pangan yang terdiri dari personel Satreskrim Polres Madiun hingga jajaran dinas terkait. Fokus mereka tajam pada komoditas "primadona" Ramadhan; mulai dari beras, minyak goreng, gula, hingga telur dan cabai.

Kepala Satuan Reskrim Polres Madiun, AKP Agus Andy Anto, menegaskan bahwa pantauan langsung ini adalah bentuk perlindungan bagi konsumen. "Hasil pengecekan hari ini menunjukkan harga masih dalam batas wajar. Kami tidak menemukan pedagang yang 'nakal' menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)," ujarnya di sela-sela sidak.

Namun, pesan tegas tetap diselipkan: siapa pun yang berani menimbun barang atau memarkir harga di luar batas, sanksi pencabutan izin usaha sudah menanti di depan mata.

Gudang Bulog: Benteng Ketahanan Pangan

Kepastian harga di pasar tentu tak lepas dari apa yang tersimpan di gudang. Kabar baik datang dari Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto. Ia memastikan benteng pangan Madiun dalam kondisi kokoh untuk menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Angkanya cukup menenangkan; stok beras saat ini mencapai sekitar 58.000 ton. Jumlah ini diproyeksikan sangat mencukupi, baik untuk program stabilisasi harga (SPHP) maupun bantuan pangan masyarakat. Tak hanya beras, stok Minyakita pun melimpah dengan ketersediaan sekitar 500.000 liter, siap membanjiri pasar jika sewaktu-waktu terjadi kelangkaan.

Operasi Pasar sebagai "Rem" Darurat

Pemerintah Kabupaten Madiun tidak hanya mengandalkan himbauan. Jika radar Satgas Pangan mendeteksi adanya lonjakan harga yang mencurigakan di pekan-pekan mendatang, "rem" darurat berupa operasi pasar akan segera diaktifkan. Langkah ini menjadi senjata pamungkas untuk menekan harga agar kembali ke jalurnya.

Melalui sinergi antara kepolisian yang mengawasi aturan, dinas yang memantau pasar, dan Bulog yang menjamin pasokan, masyarakat Madiun kini bisa menyongsong bulan suci dengan lebih tenang. Harapannya sederhana namun bermakna dalam: agar setiap keluarga bisa menjalankan ibadah tanpa harus terbebani oleh harga pangan yang mencekik leher.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |