Mesir Kuasai 19 Persen Produksi Kurma Dunia

2 hours ago 5

Pohon kurma yang tumbuh di halaman taman Istana Montazah, Alexandria Mesir.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Mesir muncul sebagai produsen kurma terbesar di dunia, menghasilkan sekitar 2 juta ton per tahun dari lebih dari 24 juta pohon kurma.

Kementerian Pertanian dan Reklamasi Lahan Mesir berupaya memperkuat sektor ini dengan memperluas budidaya varietas ekspor bernilai tinggi. Kabinet Mesir menyebut lebih dari 200 fasilitas—termasuk pabrik pengolahan dan pusat pengemasan—mendukung industri ini. Banyak fasilitas tersebut telah mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir melalui investasi gabungan publik dan swasta.

Permintaan global terhadap kurma terus meningkat. Menurut perusahaan riset pasar Mordor Intelligence, pasar kurma global diproyeksikan tumbuh dari sekitar 29,33 miliar dolar AS pada 2025 menjadi sekitar 44,07 miliar dolar AS pada 2031.

Pertumbuhan ini didorong meningkatnya preferensi konsumen terhadap pemanis alami, pola makan berorientasi kesehatan, serta infrastruktur rantai dingin yang lebih baik guna mendukung distribusi dan ekspor yang lebih luas.

Dilansir di Arab News, Senin (9/2/2026), ekspor kurma Mesir mencatat pertumbuhan signifikan, didukung peningkatan kualitas dan upaya berhasil untuk mengakses pasar baru di Eropa, Asia, dan Afrika, demikian pernyataan Kabinet Mesir.

Siaran pers tersebut menyoroti kontribusi Uni Emirat Arab (UEA) yang membantu merehabilitasi pabrik kurma di Oasis Siwa dengan biaya sekitar 14 juta pound Mesir (sekitar 298.000 dolar AS), merenovasi dan meningkatkan kompleks kurma di El-Kharga, Lembah Baru, dengan biaya sekitar 17 juta pound Mesir, serta membangun kompleks pendingin kurma di oasis Gurun Barat berkapasitas penyimpanan 4.000 ton. Investasi ini membantu meningkatkan efisiensi di seluruh rantai produksi.

Ekspansi lanjutan dilakukan melalui pengembangan kompleks industri khusus kurma di pusat-pusat industri utama, termasuk Kota Sadat, Borg El Arab, 10th of Ramadan City, dan 6th of October City.

Read Entire Article
Politics | | | |