Kala Ombak Ahli Dzikir Mendebur di Haul Guru Sekumpul

1 month ago 33

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arus jutaan jamaah yang tumpah ruah ke Kota Martapura setiap peringatan haul Guru Sekumpul bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan sebuah samudra spiritual yang menguji kesiapsiagaan negara. Di tengah lautan manusia yang datang dari berbagai penjuru Nusantara, aspek keamanan, layanan dasar, dan keselamatan menjadi sebuah tanggung jawab kolektif yang tak boleh retak sedikit pun.

Sebagai bentuk pengawalan terhadap denyut nadi jutaan umat tersebut, Mabes Polri mengirimkan 750 personel BKO guna memperkuat pengamanan pengajian rutin 5 Rajab 1447 Hijriah yang jatuh pada 28 Desember 2025. Penugasan khusus untuk haul ke-21 KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk menjaga ketertiban di tengah antusiasme yang meluap.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana kemudi pengamanan berada di tangan Polres Banjar, kini Polda Kalimantan Selatan mengambil alih kendali secara penuh. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena volume jamaah yang terus membengkak laksana air bah yang mendatangi muara kebaikan di bumi Martapura.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, mencatat bahwa pada peringatan tahun lalu, tepatnya 5 Januari 2025, gelombang jamaah diperkirakan menembus angka tiga juta orang. Data statistik digital dari penyedia layanan seluler bahkan menangkap fenomena yang lebih masif, yakni sekitar 4,1 juta perangkat aktif yang berpijar di pusat Kota Martapura pada puncak malam peringatan.

Merespons skalanya yang menyerupai haji kecil di tanah Borneo, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengerahkan "bala bantuan" logistik berupa kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap) dan unit penjernih air (mobile water treatment). Fasilitas vital ini akan bernapas selama 24 jam penuh mulai 26 Desember 2025 demi memastikan dahaga dan rasa lapar para musafir cinta ini terobati.

Ungkapan syukur mengalir dari Kapolda Kalsel atas dukungan penuh Kapolri yang tidak hanya mengirimkan armada teknis, tetapi juga bantuan simbolis berupa satu ekor sapi limousin berbobot satu ton. Bantuan ini menjadi bumbu penyedap bagi kuali besar persaudaraan yang dimasak oleh panitia untuk melayani jutaan tamu "Abah Guru".

Dalam suasana yang kian menghangat menjelang hari pelaksanaan, Kapolda Yudha mengimbau agar mereka tetap menjadi pribadi yang santun dan patuh pada kompas arahan petugas. Sebanyak 3.700 personel kepolisian pun telah disiagakan, berjejer dari pintu masuk Kalteng hingga perbatasan Kaltim, bertindak sebagai pagar ayu yang menyambut kedatangan pecinta dzikir.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |