Kapasitas Naik Jadi 727 MW, PGE Agresif Kembangkan Panas Bumi

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat lonjakan kapasitas terpasang panas bumi menjadi 727 megawatt (MW) pada 2025. Sepanjang 2025, PGE memfokuskan penguatan operasi, ekspansi kapasitas, serta konsolidasi kerja sama untuk memastikan panas bumi tetap kompetitif dan berkelanjutan.

Pengembangan tersebut berjalan seiring Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang menargetkan porsi energi baru terbarukan hingga 76 persen, dengan panas bumi berkontribusi 5,2 gigawatt. Dalam skema ini, panas bumi diposisikan sebagai sumber energi bersih yang stabil untuk menopang ketahanan sistem kelistrikan.

Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani mengatakan, PGE terus memperkuat peran sebagai penggerak panas bumi nasional. “PGE berupaya menghadirkan solusi energi bersih yang inklusif dan inovatif sekaligus memperkuat peran panas bumi sebagai tulang punggung transisi dan swasembada energi nasional,” kata Ahmad Yani, Senin (12/1/2025).

Ahmad Yani menjelaskan, capaian 2025 mencerminkan konsistensi perseroan menjaga keandalan operasi dan meningkatkan kapasitas terpasang, sekaligus memastikan pengembangan selaras prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik.

“Langkah ini sejalan dengan agenda transformasi bauran energi nasional dalam RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan EBT 76 persen, dengan panas bumi 5,2 GW,” ujar Ahmad Yani.

Peningkatan kapasitas terpasang ditopang beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 yang mendorong kapasitas kelola mandiri PGE naik dari 672 MW menjadi 727 MW. Tambahan ini memperkuat pasokan listrik berbasis panas bumi yang beroperasi stabil sepanjang waktu.

Untuk jangka menengah dan panjang, PGE memulai eksplorasi greenfield PLTP Gunung Tiga di Lampung dengan potensi 55 MW. Proyek ini menjadi bagian penyiapan cadangan panas bumi berbasis lokal untuk menopang pengembangan ke depan.

Sejumlah proyek panas bumi PGE juga tercatat dalam Blue Book 2025–2029 Kementerian PPN/Bappenas, menegaskan posisi strategis panas bumi dalam peta investasi energi berkelanjutan nasional. Pencantuman ini memperkuat peran PGE dalam pencapaian target energi jangka panjang.

Di tengah tantangan pengembangan energi bersih, PGE menekankan pentingnya sinergi dengan PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero), termasuk kolaborasi bersama PT PLN Indonesia Power. Kerja sama ini ditujukan untuk memastikan pengembangan panas bumi berjalan efisien dan terintegrasi.

“Panas bumi memiliki peran strategis karena ketersediaannya stabil sepanjang waktu. Melalui sinergi dengan para pemangku kepentingan, kami dapat mempercepat pengembangan panas bumi dan memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional,” kata Ahmad Yani.

Selain listrik, PGE mengembangkan panas bumi bernilai tambah melalui konsep beyond electricity, termasuk green hydrogen, green ammonia, dan green data center berbasis panas bumi. Sejumlah program pemberdayaan masyarakat juga dijalankan, mulai dari inovasi melon geothermal Ulubelu, Pupuk Booster Katrili Lahendong, hingga Geothermal Dry House untuk kopi Kamojang.

Ke depan, PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt dalam dua hingga tiga tahun dan meningkat menjadi 1,8 gigawatt pada 2033. Target tersebut ditopang potensi panas bumi hingga 3 gigawatt dari 10 wilayah kerja yang dikelola mandiri.

Read Entire Article
Politics | | | |