REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengungkapkan kekecewaannya terhadap wasit Danny Makkelie yang memimpin pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions antara timnya melawan Atletico Madrid. Makkelie dinilai mengambil keputusan yang merugikan Arsenal dalam hasil imbang 1-1 di Stadion Metropolitano, Madrid, Kamis (30/4/2026) dini hari WIB.
Arteta tak membicarakan tentang hukuman penalti kepada Arsenal setelah Ben White didakwa handball di kotak terlarang. Namun, ia mempermasalahkan keputusan wasit asal Belanda itu yang menganulir keputusannya memberikan hadiah penalti kepada Arsenal setelah Eberechi Eze diganjal Hancko di kotak 16 Atletico.
"Setelah berbicara dengan para pemain dan memahami insiden penalti untuk gol kedua yang dibatalkan, itu melanggar aturan dan saya tidak mengerti. Sangat kecewa. Ada kontak yang jelas. Dia membuat keputusan dan Anda tidak bisa membatalkannya setelah menontonnya 13 kali," kata Arteta kepada TNT Sports, dikutip BBC.
Sebelum keputusan tersebut, Makkelie sebenarnya sudah langsung memutuskan penalti. Namun, pelatih Atletico Diego Simeone berteriak-teriak dan memberikan gesture agar Makkelie melihat tayangan VAR lebih dulu. Arteta tak mau berpolemik dengan koleganya tentang wasit dipengaruhi.
"Saya tidak tahu. Itu pertanyaan untuknya. Itu keputusan yang salah dan mengubah jalannya pertandingan," kata Aretat.
Tentang penalti Atletico, ia menilai hal tersebut aturan dan para wasit cukup konsisten dengan itu. Ia mengaku tidak punya komentar tentang itu. "Yang harus saya katakan adalah penalti," kata dia.
Terlepas dari kontroversi ini, Arteta menilai ada banyak hal positif. Banyak hal baik yang dilakukan Arsenal di kandang lawan. "Kami tahu kami akan menghadapi momen-momen sulit. Rekor kandang mereka sekali lagi...Kami berada di posisi yang luar biasa. Kami harus bermain di depan pendukung kami. Semuanya ada di tangan kami," tegasnya.
Sementara kiper Atletico Jan Oblak mendukung keputusan Makkelie. "Selalu ada rasa lega ketika penalti dibatalkan, saya harap saya tetap bisa menghentikannya. Itu keputusan wasit untuk mengubahnya dan kami setuju dengannya," kata dia.
Ia mengeklaim hampir menghentikan penalti pertama Arsenal yang dieksekusi sempurna oleh Gyokeres, Menurut dia, penyerang Swedia itu menendang bola dengan kekuatan maksimal.
"Namun itu sudah berlalu. Kami perlu fokus terlebih dahulu pada akhir pekan dan kemudian ke London. Kami tidak akan memikirkan pertandingan sebelumnya di mana kami kalah 4-0 di sana. Saya yakin ini akan menjadi pertandingan yang berbeda dan kami akan melakukan segala upaya untuk mendapatkan hasil yang baik dan mencapai final," tegasnya.

2 hours ago
7
















































