Foto udara sejumlah kendaraan terjebak macet di jalan alternatif Padang - Bukittinggi via Malalak di Balingka, Agam, Sumatera Barat, Ahad (16/6/2024). Kemacetan sepanjang 7 kilometer itu terjadi akibat adanya truk yang mengalami kerusakan di Kelok Sikabu, Agam dan kondisi jalan sempit serta bertambahnya volume kendaraan, sementara ruas jalan utama masih dalam perbaikan hingga 21 Juli 2024.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan desain pembangunan jembatan permanen di jalur Malalak menuju Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Pemerintah juga akan menuntaskan pengerjaan jembatan sementara guna memperlancar mobilitas masyarakat dan arus logistik.
“Oh iya, di samping pembangunan jembatan sementara (armco dan bailey), kami juga menyiapkan desain pembangunan jembatan permanen,” kata Menteri PU Dodi Hanggodo di Kabupaten Agam, Rabu (27/1/2026).
Hal tersebut disampaikan Menteri PU bersama Gubernur Sumbar, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, serta Bupati Agam saat meninjau langsung perkembangan pembangunan sejumlah infrastruktur yang terdampak bencana alam pada akhir November 2025.
Menteri PU menjelaskan penyusunan desain sangat penting sebelum pembangunan jembatan permanen dilakukan. Selain kondisi lokasi yang curam dan terjal karena dikelilingi perbukitan serta jurang, sejumlah titik di jalur Malalak–Bukittinggi juga melintasi kawasan hutan lindung dan konservasi sehingga membutuhkan perizinan dari kementerian terkait.
Selain pembangunan jembatan, Kementerian PU juga mengkaji kemungkinan pembangunan sabo dam untuk menahan laju air dari kawasan pegunungan yang mengarah ke kilometer 74. Ruas jalan tersebut sempat terputus akibat banjir bandang pada 26 November 2025.
Dodi mengatakan kajian pembangunan sabo dam penting untuk mengantisipasi meningkatnya debit aliran sungai, terutama pada musim hujan, yang berpotensi memicu banjir bandang di kemudian hari.
Kementerian PU juga mengkaji kemungkinan pembangunan sabo dam yang dapat berfungsi ganda sebagai jembatan, bergantung pada kondisi lapangan dan efisiensi pelaksanaan. Infrastruktur tersebut disiapkan sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko bencana banjir bandang.
Sementara itu, anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade menyebutkan Kementerian PU menyiapkan anggaran sebesar Rp 667 miliar untuk memulihkan dan memperbaiki Jalan Malalak di Kabupaten Agam.
“Total Rp 667 miliar disiapkan untuk pengerjaan Jalan Malalak pada tahun anggaran 2026 dan 2027,” kata Andre.
sumber : ANTARA

2 hours ago
2














































