Konsumsi Listrik Per Kapita Sepanjang 2025 Alami Kenaikan Dibanding 2024

1 week ago 16

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan konsumsi listrik per kapita nasional pada 2025 meningkat menjadi 1.584 kWh. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 1.464 kWh.

Bahlil menilai kenaikan konsumsi listrik per kapita merefleksikan perbaikan aktivitas ekonomi dan meluasnya elektrifikasi hingga wilayah tertinggal. Sepanjang 2025, pemerintah mempercepat penyediaan listrik desa dan perluasan jaringan, termasuk terobosan pembangunan pembangkit di wilayah yang sebelumnya belum teraliri listrik.

“Sekarang konsumsi listrik per kapita kita 2024 itu 1.411 kWh. Tahun 2025 naik menjadi 1.584 kWh. Jadi konsumsi kita naik,” kata Bahlil dalam konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Kenaikan tersebut berkaitan dengan bertambahnya pasokan listrik nasional. Kapasitas terpasang pembangkit pada 2025 meningkat sekitar 7 gigawatt atau 7.000 megawatt, sehingga total kapasitas nasional naik dari sekitar 100,65 gigawatt pada 2024 menjadi 107,51 gigawatt. Pertumbuhan kapasitas ini setara 6,8 persen secara tahunan.

Bahlil menyebut peningkatan kapasitas menjadi prasyarat untuk menjaga keandalan pasokan di tengah kenaikan konsumsi. “Pembangkit terpasang selama 2025 terjadi kenaikan kapasitas listrik 7 gigawatt atau 7.000 megawatt,” ujarnya.

Perluasan akses listrik juga ditopang program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik. Sepanjang 2025, pemerintah memasang listrik di 1.516 lokasi dengan total 77.616 pelanggan, serta membantu pemasangan sambungan baru bagi 205.968 rumah tangga yang sebelumnya terkendala biaya.

Kementerian ESDM mencatat kenaikan konsumsi turut dipengaruhi pemerataan elektrifikasi di desa dan dusun. Pemerintah menargetkan seluruh 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum berlistrik dapat terlayani hingga 2029–2030 sebagai bagian dari keadilan sosial dan penguatan ekonomi wilayah.

Bahlil menegaskan tren kenaikan konsumsi menjadi sinyal perlunya percepatan pembangunan pembangkit sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). “Dalam analisa kami di tahun 2026 kita harus genjot karena seiring dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan oleh pemerintah pada tahun ini,” ujarnya.

Menteri ESDM menempatkan ketenagalistrikan sebagai fondasi pertumbuhan dan pemerataan pembangunan. Kenaikan konsumsi listrik per kapita diproyeksikan berlanjut seiring bertambahnya kapasitas pembangkit dan meluasnya akses listrik ke seluruh wilayah tanah air.

Read Entire Article
Politics | | | |