Perajin menyelesaikan pembuatan tas selempang dari limbah kain jeans di rumah produksi Waste For Reuse, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026). Rumah produksi yang mengolah limbah tekstil berupa jeans bekas menjadi tas, rompi, topi, dan gantungan kunci. (FOTO : ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
Potongan-potongan kain denim yang tak lagi terpakai diolah kembali menjadi produk fesyen dengan fungsi dan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Pemanfaatan jeans bekas menjadi produk baru merupakan salah satu upaya mengurangi limbah tekstil yang terus meningkat setiap tahun. (FOTO : ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
Rumah produksi Waste For Reuse mampu menghasilkan sekitar 400 produk setiap bulan dengan harga berkisar Rp80 ribu hingga Rp450 ribu per produk. Produk hasil olahan limbah tekstil dari Bantargebang telah dipasarkan secara daring dan menjangkau konsumen di Inggris, Kanada, serta Jepang. (FOTO : ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Di tengah kawasan yang identik dengan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, limbah tekstil justru memperoleh nilai baru. Melalui tangan-tangan kreatif para perajin di rumah produksi Waste For Reuse, jeans bekas diolah menjadi beragam produk fesyen yang tidak hanya diminati pasar domestik, tetapi juga diekspor ke berbagai negara.
sumber : Antara Foto

3 days ago
19









































