Maliq & D'Essentials Antusias Lagu Mereka akan Diadaptasi ke Teater Musikal

1 day ago 19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lagu-lagu karya Maliq & D'Essentials akan diramu menjadi sebuah pertunjukan musikal bertajuk "Senja Teduh Pelita". Berkolaborasi dengan Jakarta Movin, proyek ini menjadi kali pertama karya band tersebut diadaptasi ke dalam format pertunjukan musikal.

Personel Maliq & D'Essentials, Rivani Indriya Suwendi atau yang akrab disapa Indah, mengaku tidak pernah membayangkan lagu-lagu mereka akan dipresentasikan dalam bentuk lain. Indah pun merasa antusias sekaligus takjub melihat bagaimana lagu-lagu Maliq dikembangkan menjadi cerita musikal yang relevan dan menyentuh.

"Sebagai orang yang biasanya menyanyikan lagu-lagu ini di atas panggung, aku sama sekali enggak nyangka bisa dibuat musikal yang luar biasa seperti ini," kata Indah dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Rabu (3/6/2026).

Musikal "Senja Teduh Pelita" terinspirasi dari sekitar 20 lagu Maliq & D'Essentials dari album pertama hingga sembilan, termasuk "Senja Teduh Pelita", "Himalaya", "Aurora", "Jalan Pulang", hingga "Begini Begitu". la pun berharap musikal ini dapat menjangkau pendengar baru serta memperpanjang usia dari lagu-lagu yang diciptakan selama 24 tahun berkarya.

"Kita bikin karya sudah 24 tahun. Kita ingin karya yang kita buat bukan cuma sekadar lagu saja. Kita ingin karya-karya ini bisa lebih panjang lagi umurnya, lebih sustain lagi," kata Indah.

Meski Maliq & D'Essentials kerap diidentikkan dengan lagu romansa, namun makna cinta yang diangkat sebenarnya jauh lebih luas daripada hubungan pasangan semata. Menurut Indah, hal tersebut berhasil diterjemahkan dalam cerita musikal "Senja Teduh Pelita".

"Emang lagu-lagu yang kita buat itu dikenal dengan lagu tentang cinta, tapi seperti yang tadi dibahas Nuya (sutradara musikal), cinta itu maknanya luas. Bukan cuman pasangan aja, tapi juga dengan keluarga, dengan diri sendiri, dengan lingkungan," kata dia.

Personel Maliq & D'Essentials lainnya, Widi Puradiredja, mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan kebebasan penuh kepada sutradara dan tim Jakarta Movin untuk mengeksplorasi lagu-lagu mereka. Menurut Widi, pendekatan tersebut memang menjadi prinsip yang kerap diterapkan Maliq & D'Essentials saat bekerja sama dengan berbagai pihak kreatif.

"Kalau kolaborasi sama orang, misalnya sama visual atau artwork, kita bebaskan. Justru kita butuh pandangan dari partner kita terhadap Maliq," kata Widi.

la menambahkan, sudut pandang baru dari para kolaborator tersebut pada akhirnya menghadirkan warna berbeda yang tidak biasa dilakukan oleh Maliq & D'Essentials. "Itu pada akhirnya memberi warna atau sesuatu yang berbeda dari apa yang biasa dilakukan Maliq," kata dia.

Read Entire Article
Politics | | | |