Media Israel Ungkap Netanyahu Hadapi Dilema, Tentara Tewas Satu per Satu di Lebanon

13 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT— Harian Israel Yedioth Ahronoth mengutip analis militer Ron Ben-Yishai yang menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sedang menghadapi dilema yang sangat rumit.

Menurut Ben-Yishai, saat ini Tel Aviv praktis tidak memiliki banyak pilihan selain menerima tekanan dan arahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait situasi di Lebanon. 

Israel juga harus menunggu hasil perundingan yang sedang berlangsung antara Washington dan Iran untuk mengetahui apakah negosiasi tersebut akan berakhir dengan kesepakatan atau justru gagal total. Hasil dari proses itu akan sangat menentukan langkah Israel selanjutnya.

Dikutip Aljazeera, Jumat (Ben-Yishai menggambarkan posisi militer Israel saat ini sebagai kondisi yang semakin kompleks.

Menurutnya, tentara Israel harus terus menanggung beban perang gesekan (war of attrition) di Lebanon untuk jangka waktu yang belum dapat dipastikan.

Sementara itu, harian The Wall Street Journal melaporkan bahwa perbedaan pandangan antara Trump dan Netanyahu terkait Iran mulai memberikan tekanan terhadap hubungan kemitraan keduanya.

Surat kabar tersebut menjelaskan bahwa perbedaan sikap mengenai Iran, Lebanon, dan arah kebijakan kawasan semakin memperlebar jarak antara Washington dan Tel Aviv. 

Komunikasi yang berlangsung di antara kedua pemimpin menunjukkan bahwa mempertahankan tingkat koordinasi yang sebelumnya terjalin erat kini menjadi semakin sulit.

Hal ini terjadi di saat pemerintah Amerika Serikat lebih berfokus pada upaya mengakhiri konflik dan mengurangi ketegangan di kawasan Timur Tengah.

The Wall Street Journal juga mengutip mantan pejabat intelijen Israel, Danny Citrinowicz, yang menilai terdapat kesenjangan besar antara kedua pihak. 

Menurutnya, tekanan politik yang terus meningkat, terutama menjelang pemilu, turut memperbesar perbedaan tersebut.

Upaya meredakan eskalasiDi sisi lain, harian Inggris The Guardian menulis dalam tajuk editorialnya bahwa upaya Amerika Serikat untuk menahan eskalasi militer Israel di Lebanon merupakan bagian dari pencarian jalan keluar yang lebih luas terhadap konflik dengan Iran.

Menurut surat kabar tersebut, gejolak di Timur Tengah tidak akan mudah berakhir dalam waktu dekat.

Konflik yang terus berlangsung telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang besar, terutama bagi warga sipil Lebanon.

The Guardian menyoroti bahwa masyarakat sipil Lebanon menjadi pihak yang paling menanggung beban perang akibat meluasnya gelombang pengungsian, hancurnya rumah-rumah warga, serta kerusakan yang melanda banyak desa dan kawasan permukiman.

Karena itu, surat kabar tersebut menegaskan bahwa pengurangan intensitas pertempuran merupakan kebutuhan kemanusiaan yang mendesak. 

Namun, mereka juga mengingatkan bahwa solusi yang bersifat parsial dan sementara tidak akan mampu menghadirkan perdamaian yang berkelanjutan.

Menurut The Guardian, penyelesaian krisis secara menyeluruh hanya dapat dicapai melalui proses politik dan diplomasi yang komprehensif, yang melibatkan seluruh pihak terkait dalam konflik kawasan. 

Read Entire Article
Politics | | | |