Mengapa Bacaan Shalat Zhuhur dan Ashar Lirih?

1 day ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam shalat lima waktu, tiga di antaranya dilakukan dengan bacaan Alquran bersuara keras (jahr) dan dua lainnya bersuara pelan atau lirih (sir), yakni shalat zhuhur dan ashar. Mungkin sebagian Muslim sempat terbersit pertanyaan, mengapa bacaan Alquran dalam dua shalat itu dilakukan secara sir?

Para ulama, sebagaimana dilansir laman Elbalad, telah berupaya mengetahui hikmah shalat dengan bacaan Alquran yang diucapkan tanpa suara keras. Sebagian ulama menyebutkan bahwa pelaksanaan shalat hanya didasarkan pada apa yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, "Shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat" (HR Bukhari).

Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah SAW mengimami kami dalam shalat. Terkadang beliau mengeraskan bacaan dan kadang lirih, maka kami mengeraskan apa yang Rasulullah keraskan dan kami baca tanpa suara keras apa-apa yang Rasulullah baca tanpa suara keras."

Tidak ada nash yang menjelaskan hikmah di balik shalat zhuhur dan ashar soal mengapa bacaan Alqurannya diucapkan lirih. Meski begitu, sebagian ulama berusaha mencari hikmahnya, dan memaparkan shalat zhuhur dan ashar adalah waktu di mana orang-orang sibuk bekerja atau berwirausaha untuk menjemput rezeki.

Dalam kondisi itulah, tepat jika shalat dilakukan dengan bacaan tanpa suara keras. Karena, pikiran seorang hamba pada waktu zhuhur dan ashar telah dipenuhi oleh berbagai tugas kehidupan.

Ketika bacaan Alquran dalam shalat lirih, maka bisa tercapai sebuah kekhidmatan dalam shalat, karena yang menyadari dan mengetahui bacaannya hanyalah dirinya sendiri dan dengan demikian pikiran pun tidak teralihkan dengan hal lain atau pekerjaan di luar sana.

Berbeda halnya dengan waktu shalat maghrib, isya, dan subuh. Seorang hamba pada tiga waktu ini lebih sedikit kesibukannya. Bahkan, di waktu subuh, seseorang belum memulai kesibukannya dan hatinya masih kosong. Sehingga sepantasnya diisi dengan bacaan shalat yang disuarakan keras.

Read Entire Article
Politics | | | |