Mengapa Pengumuman MSCI Bikin IHSG Anjlok? Ini Penjelasan Pengamat

2 hours ago 4

Pengumuman MSCI membuat IHSG terkoreksi cukup dalam pada perdagangan Rabu (28/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada perdagangan Rabu (28/1/2026) setelah pengumuman hasil konsultasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait penilaian free float saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Index.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 11.54 WIB IHSG turun 7,31 persen ke level 8.319,45. Tekanan jual terjadi sejak awal perdagangan dan meluas pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Praktisi Pasar Modal sekaligus Co-founder Pasar Dana, Hans Kwee, menilai pelemahan IHSG berkaitan langsung dengan keputusan MSCI yang membekukan sementara perubahan indeks untuk sekuritas Indonesia. Kebijakan tersebut berpotensi menahan aliran dana pasif dari pengelola dana global yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan.

“IHSG terkoreksi setelah pengumuman MSCI terkait pembekuan sementara perubahan indeks untuk sekuritas Indonesia. Selama masa pembekuan, tidak ada tambahan saham maupun peningkatan bobot saham Indonesia di MSCI,” ujar Hans Kwee kepada Republika, Rabu (28/1/2026).

Menurut Hans, kondisi tersebut mendorong pelaku pasar melakukan aksi ambil untung jangka pendek. Kekhawatiran investor muncul karena peluang masuknya dana pasif ke pasar saham domestik menjadi terbatas dalam waktu dekat.

Sebelumnya, MSCI mengumumkan hasil konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia pada Selasa (27/1/2026). Dalam pengumuman tersebut, MSCI mencatat masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia, meskipun terdapat perbaikan data free float yang disampaikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

MSCI menyebut sebagian pelaku pasar global mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai sumber data tambahan. Namun, banyak investor menilai kategorisasi pemegang saham dalam data KSEI belum cukup kuat untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi secara menyeluruh.

Isu utama yang disoroti MSCI adalah keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham serta potensi perdagangan terkoordinasi yang berisiko mengganggu pembentukan harga wajar. Oleh karena itu, MSCI menilai diperlukan data kepemilikan saham yang lebih rinci, andal, serta pemantauan konsentrasi kepemilikan guna memperkuat metodologi penilaian free float di pasar Indonesia.

Read Entire Article
Politics | | | |