REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) memimpin konsultasi bilateral Indonesia-Rusia di bidang kemaritiman bersama Penasihat Presiden Federasi Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim Federasi Rusia Nikolai Patrushev di Moskow, Senin (1/6/2026).
Pertemuan yang merupakan kelanjutan dari dialog yang diinisiasi November 2025 lalu di Jakarta itu menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama di bidang perkapalan, konektivitas maritim, logistik, pengembangan SDM, serta pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.
Menko AHY menegaskan hubungan Indonesia dan Rusia terus berkembang menuju kemitraan yang semakin strategis, terutama setelah kedua negara meluncurkan Deklarasi Kemitraan Strategis yang disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada Juni 2025.
“Hubungan kedua negara tidak lagi hanya bertumpu pada hubungan politik dan diplomatik, juga bergerak menuju kemitraan strategis yang lebih konkret dalam pembangunan ekonomi, konektivitas, teknologi, dan ketahanan wilayah,” ujar Menko AHY dalam keterangan yang dikutip Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, sebagai negara kepulauan dengan 17.380 pulau, Indonesia membutuhkan sistem konektivitas terintegrasi dan berkelanjutan.
Karena itu, pengalaman Rusia di bidang transportasi, infrastruktur, logistik, dan teknologi maritim ia nilai memiliki potensi besar untuk mendukung agenda pembangunan nasional Indonesia.
“Pembangunan konektivitas tidak bisa hanya mengandalkan satu moda transportasi. Diperlukan keseimbangan dan kolaborasi antarmoda untuk memperkuat pemerataan pembangunan sekaligus menekan biaya logistik nasional,” kata Menko AHY.
Kedua negara membahas sejumlah bidang kerja sama prioritas, antara lain peningkatan kapasitas angkutan laut, kerja sama ilmiah dan teknis di bidang kemaritiman, dan pembangunan pelabuhan berkelanjutan.
Bidang lainnya adalah pengembangan industri galangan kapal, pendidikan dan pelatihan SDM maritim, serta pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Menko AHY menilai Indonesia dan Rusia punya kesamaan karakter sebagai negara maritim besar dengan peluang luas untuk membangun kemitraan jangka panjang.
“Indonesia dan Rusia sama-sama dianugerahi geografi luar biasa. Kekayaan geografis ini bukan hanya warisan, juga tanggung jawab dan peluang untuk membangun masa depan bersama melalui ekonomi maritim yang berkelanjutan,” ujar Menko AHY.
Kedua negara sepakat membentuk tiga kelompok kerja strategis. Kelompok kerja pertama fokus pada pengembangan industri galangan kapal dan pelabuhan berkelanjutan. Kelompok kerja kedua menangani pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan. Adapun kelompok kerja ketiga fokus pada pengembangan sumber daya manusia, riset, dan pelatihan.
Menurut Menko AHY, pembentukan kelompok kerja ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh agenda kerja sama dapat berjalan secara terarah, terukur, dan menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara.
“Indonesia hadir dengan semangat kemitraan yang setara. Kami siap melangkah maju bersama Rusia menuju masa depan maritim yang lebih kuat, lebih hijau, dan lebih sejahtera bagi kedua bangsa,” tegas Menko AHY. Ia juga mengungkapkan sejumlah perkembangan konkret hasil tindak lanjut konsultasi bilateral sebelumnya.
Di antaranya kerja sama PT PAL Indonesia dan Rosatom terkait Floating Nuclear Power Plant (FNPP) yang telah diawali dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) pada April 2026 dan akan dilanjutkan melalui penyusunan nota kesepahaman.
Selain itu, pembahasan kerja sama pembangunan kapal antara PT PAL Indonesia dan Ak Bars Shipbuilding Corporation terus berjalan. PT Pelindo juga tengah menindaklanjuti kerja sama dengan CIFREX untuk pengembangan kapal berkecepatan tinggi.
Sementara itu, Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Luar Negeri RI sedang mengoordinasikan rencana pengiriman tenaga terampil sektor galangan kapal ke Rusia.
Menutup pertemuan, Menko AHY menegaskan kerja sama Indonesia-Rusia di sektor maritim bukan sekadar komitmen di atas kertas, melainkan telah bergerak menuju implementasi nyata yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas, meningkatkan daya saing industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.
“Setiap pencapaian besar selalu lahir dari satu langkah pertama. Kunci keberhasilan kerja sama ini terletak pada peran aktif kedua belah pihak. Karena itu, mari kita melangkah bersama dengan visi yang berani, kerja yang terukur, dan hasil yang nyata,” pungkas Menko AHY.
Dalam pertemuan tersebut, Menko AHY didampingi Deputi Nazib Faizal dan Deputi Odo RM Manuhutu.

2 days ago
19

















































