Umat muslim membaca surah Yasin di malam nisfu Syaban.
REPUBLIKA.CO.ID,
إِنَّ الْحَمْدَلِلهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ، وَ نَعُوْذُ بِهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَ اَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّابَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْ اللهَ، اِتَّقُوْ اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، أَعُوْذُبِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ . صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ.
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan sebenar-benarnya. Takwa yang tidak hanya di lisan, tetapi meresap ke hati, terpancar dalam amal, dan membentuk akhlak kita sehari-hari.
Pada kesempatan yang mulia ini, izinkanlah khatib mengajak hadirin sekalian untuk sejenak merenungkan sebuah malam yang agung yang akan segera kita masuki, yaitu malam Nisfu Syaban. Malam pertengahan di bulan Syaban, bulan yang sering dilalaikan, padahal ia adalah bulan pengantar menuju Ramadhan.
Allah Swt berfirman dalam Surah Al-Hasyr [59] ayat 18:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ .
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Ayat ini merupakan fondasi dari muhasabah (introspeksi diri). Ia memerintahkan kita untuk melihat ke belakang, mengevaluasi bekal amal yang telah kita kumpulkan untuk menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat.
Nisfu Syaban adalah waktu yang sangat tepat untuk melaksanakan perintah muhasabah. Mengapa? Karena Rasulullah saw memberikan perhatian khusus pada bulan Syaban. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya, “Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa di bulan lain sebanyak puasamu di bulan Syaban.” Nabi saw menjawab:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ.
“Itu (Syaban) adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, maka aku suka jika amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (H.R. Ahmad)

2 hours ago
2














































