REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Naiknya penjualan kendaraan roda empat listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) tak membuat Suzuki latah. Pabrikan otomotif asal Jepang ini memilih tidak tergesa-gesa mengikuti arus.
Suzuki masih akan berjalan dengan strategi multi-pathway, termasuk di Indonesia, meski akan memperkenalkan satu model mobil listrik murni pada Februari 2026. Pendekatan multi-pathway menjadi fondasi strategi Suzuki.
“Secara strategi, pendekatan Suzuki adalah multi-pathway. Ini bukan hanya di Indonesia, tapi juga secara global. Kami memberikan pilihan kepada konsumen apakah akan menggunakan mobil ICE, hybrid, ataupun BEV,” kata Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Dony Saputra menjawab pertanyaan Republika di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Ia menegaskan, transisi menuju mobilitas rendah emisi tidak bisa diselesaikan dengan satu solusi teknologi semata. Faktor kesiapan ekosistem, kebutuhan konsumen, hingga karakter pasar di tiap negara menjadi pertimbangan utama dalam menentukan strategi produk, termasuk dalam menghadirkan kendaraan listrik murni.
Karena itu, Suzuki belum terlihat agresif meluncurkan banyak model BEV di Indonesia, berbeda dengan sejumlah merek lain yang menjadikan mobil listrik murni sebagai fokus utama. Suzuki justru memaksimalkan pengembangan dan pemasaran kendaraan hybrid yang dinilai lebih relevan dengan kondisi pasar saat ini.
Respons pasar terhadap mobil hybrid Suzuki pun disebut sangat positif. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2022, Suzuki tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga secara konsisten mengedukasi konsumen terkait gaya berkendara yang lebih ramah lingkungan. Hasilnya, pada 2025 volume penjualan ritel Suzuki tumbuh sekitar 14 persen dibandingkan 2024.
“Kalau kita lihat secara keseluruhan, dari 10 pengguna mobil Suzuki saat ini, sekitar enam di antaranya sudah menggunakan teknologi hybrid,” ujar Dony.
Di Indonesia, Suzuki menawarkan sejumlah model dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS), seperti Ertiga Hybrid, XL7 Hybrid, Grand Vitara, Fronx Hybrid, serta Ertiga bermesin konvensional dengan opsi elektrifikasi.
Meski demikian, Suzuki memastikan komitmennya terhadap kendaraan listrik murni tetap berjalan. Secara global, Suzuki telah memiliki model BEV melalui e-Vitara, yang menjadi mobil listrik global pertama pabrikan tersebut dan sempat dipamerkan di ajang GIIAS 2025. Model ini yang dikabarkan akan diperkenalkan pada ajang IIMS 5 Februari mendatang di Jakarta.
Terkait detail peluncuran BEV ersebut di Tanah Air, Donny meminta publik bersabar. “Kami sudah mengumumkan rencana peluncuran EV sejak awal tahun lalu. Untuk detailnya, kami harapkan rekan-rekan bersabar, nanti akan kami informasikan lebih lanjut,” kata Dony.
Dengan strategi multi-pathway, Suzuki berharap dapat menghadirkan solusi mobilitas yang lebih realistis, bertahap, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

2 hours ago
2














































