REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera merealisasikan rencana demutualisasi bursa efek sebagai bagian dari reformasi pasar modal Indonesia. Saat ini, proses demutualisasi masih berada pada tahap penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) dan ditargetkan rampung pada kuartal I 2026.
“Sebagai tindak lanjut pengaturan pelaksanaan dari landasan hukum di tingkat undang-undang, saat ini sedang dilakukan pembahasan dan proses penyusunan rancangan PP terkait demutualisasi bursa efek. Proses ini dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan,” kata Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam konferensi pers Perkembangan Kondisi Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (9/2/2026).
Hasan menjelaskan, dalam proses penyusunan PP tersebut, Kementerian Keuangan melibatkan OJK serta seluruh self-regulatory organization (SRO), yakni PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
“Kami berharap pada saat PP tersebut diterbitkan dan berlaku efektif, landasan pengaturan di tingkat PP dapat menjadi acuan bagi OJK dan SRO untuk melakukan penyelarasan, penyempurnaan, atau perubahan pengaturan yang diperlukan dalam menyongsong implementasi demutualisasi bursa efek,” ujar Hasan.
Ia menambahkan, ke depan akan dilakukan serangkaian tinjauan dan kajian, termasuk kemungkinan perubahan regulasi, baik di tingkat OJK maupun SRO, apabila diperlukan untuk mendukung proses tersebut.
Hasan menegaskan, demutualisasi bursa efek merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pasar modal nasional serta meningkatkan daya saing BEI di tengah tantangan dan persaingan global maupun regional.
“Melalui struktur kepemilikan yang lebih terbuka, bursa efek diharapkan memiliki ruang yang lebih luas untuk membangun keterhubungan dan kolaborasi dengan berbagai bursa regional dan global,” katanya.
Selain itu, struktur baru tersebut juga dinilai memungkinkan BEI memanfaatkan perkembangan teknologi informasi terkini serta menerapkan praktik terbaik sesuai standar regional dan global.
Hasan menambahkan, demutualisasi juga diharapkan membuka akses permodalan yang lebih luas sehingga BEI dapat meningkatkan kapasitas dan ketahanan infrastruktur, khususnya di bidang teknologi dan manajemen risiko operasional.
“Dengan demikian, bursa efek akan semakin mampu mendukung pertumbuhan pasar modal secara berkelanjutan,” ujarnya.

2 hours ago
3















































