Mahasiswa membuang sampah ke mobil Satpol PP saat aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (8/1/2026). Mereka menuntut Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk mengambil langkah konkret dalam permasalahan sampah, mengevaluasi sistem pengelolaan sampah serta melakukan pengangkutan sampah secara menyeluruh dan rutin di titik rawan penumpukan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pentingnya konsistensi dan kualitas pengelolaan lingkungan di wilayah perkotaan. Penegasan tersebut disampaikan seiring proses penilaian akhir penghargaan Adipura.
Hanif mengatakan, konsistensi pengelolaan lingkungan menjadi faktor krusial dalam menjaga kualitas kota secara berkelanjutan, terutama dalam konteks penilaian Adipura. Hal tersebut disampaikan usai melakukan rangkaian kunjungan lapangan di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (8/2/2026), sebagai bagian dari penilaian akhir Adipura dan peninjauan tata kelola lingkungan nasional.
Dalam peninjauan tersebut, Hanif mencatat, secara umum pengelolaan sampah di kawasan utama Kota Surabaya telah menunjukkan hasil yang baik. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah persoalan di wilayah nonprotokol, antara lain rendahnya pemilahan sampah dari sumber, keberadaan timbunan sampah di badan sungai, serta masih munculnya tempat pembuangan sampah tidak resmi.
Temuan tersebut menjadi catatan penting dalam proses evaluasi Adipura. Berdasarkan data terkini, timbulan sampah di Kota Surabaya mencapai 1.811 ton per hari, dengan sekitar 1.779 ton per hari telah terkelola melalui sistem pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan yang tersedia.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 3 juta jiwa, pengelolaan sampah di Kota Surabaya menjadi tantangan strategis sekaligus indikator penting dalam menjaga kebersihan, kesehatan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
Hanif menekankan, pengelolaan sampah yang efektif membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha. Pemilahan sampah dari sumber dinilai menjadi kunci utama untuk mengurangi timbulan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
sumber : Antara

1 hour ago
5















































