Pakar Komunikasi dan Media UMJ Tegaskan Pentingnya Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, dan Bangsa Kuat

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari Pers Nasional (HPN) menjadi momentum reflektif untuk menegaskan peran strategis pers dalam menjaga demokrasi, mendorong pembangunan ekonomi, serta memperkuat persatuan bangsa.

Di tengah pesatnya transformasi digital, pers Indonesia menghadapi tantangan serius dalam menjaga profesionalisme, keberlanjutan industri media, sekaligus kedaulatan ekonomi dan ketahanan nasional.

Pers yang sehat menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika tersebut, karena hanya dengan media yang profesional dan beretika, masyarakat dapat memperoleh informasi akurat dan dapat dipercaya.

Selain itu, pers memiliki peran strategis dalam mendorong ekonomi berdaulat serta memperkuat persatuan dan ketahanan bangsa melalui pemberitaan yang bertanggung jawab.

Bagaimana Kondisi Pers di Indonesia Saat Ini?

Menanggapi peringatan tersebut Pakar Komunikasi dan Media UMJ sekaligus Direktur TV Muhammadiyah, Dr Makroen Sanjaya, M.Sos., menilai, kondisi pers Indonesia saat ini dalam fase transisi besar akibat perubahan teknologi digital yang masif dan tidak terelakkan.

Jika dikaitkan dengan tema HPN “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, maka pers yang sehat menjadi fondasi utama bagi terwujudnya kedaulatan ekonomi dan ketahanan bangsa.

Makroen juga mengatakan, perubahan pola produksi media telah memengaruhi model bisnis pers secara signifikan.

“Sementara dominasi platform digital asing menyebabkan arus ekonomi media nasional banyak mengalir ke luar negeri. Dalam situasi ini, pers dituntut tetap mampu menjalankan peran strategisnya bagi kepentingan publik dan bangsa,” ujarnya dalam keterangan Senin (9/2/2026).

Menurutnya, pers yang sehat adalah pers yang mampu menjalankan fungsinya secara optimal sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yaitu fungsi informasi, edukasi, hiburan, kontrol sosial, serta fungsi ekonomi dan budaya.

Pers hanya dapat disebut sehat apabila ditopang perusahaan media yang berkelanjutan secara ekonomi, wartawan yang sejahtera, profesional, dan mendapatkan perlindungan hukum yang memadai.

Saat ini, pers Indonesia telah menunjukkan sejumlah kemajuan tetapi masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam aspek kesejahteraan jurnalis, keamanan kerja, dan konsistensi kebebasan pers.

Tantangan yang Dihadapi Pers

Di era digital dan media sosial, tantangan terbesar pers adalah menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi yang serba cepat.

Media sosial memungkinkan siapapun memproduksi dan menyebarkan informasi tanpa proses verifikasi, sehingga hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian mudah beredar.

“Pers profesional terikat kode etik jurnalistik atau KEJ, yang menuntut verifikasi, keberimbangan, independensi, serta perlindungan terhadap kelompok rentan. Perbedaan standar inilah yang menjadi ujian bagi pers dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Bagaimana Peran Pers Terhadap Isu Ekonomi Nasional?

Dalam kondisi tersebut, pers memiliki peran strategis sebagai penjernih informasi, khususnya dalam menyampaikan isu-isu ekonomi dan kebijakan publik.

Produk jurnalistik dari media arus utama harus melalui proses kurasi dan verifikasi berlapis agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Diharapkan,pers dapat membantu masyarakat memahami persoalan ekonomi secara rasional dan tidak mudah terpengaruh informasi keliru yang beredar di media sosial. Pemberitaan pers yang kritis dan bertanggung jawab dapat mendorong terciptanya ekonomi yang berdaulat dan berpihak pada kepentingan bangsa,” jelasnya.

Pers berperan sebagai kontrol sosial dengan mengawal kebijakan pemerintah, mengungkap praktik oligarki, serta mengkritisi pengelolaan sumber daya alam yang tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Melalui fungsi ini, pers dapat mendorong transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum demi kepentingan nasional.

Dampak yang Dirasakan Apabila Pers Dapat Menjalankan Perannya

Apabila pers mampu menjalankan peran tersebut secara konsisten, dampaknya akan sangat besar terhadap penguatan persatuan dan ketahanan bangsa. Pers yang profesional dan bertanggung jawab mampu meredam konflik sosial, mencegah polarisasi, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui informasi yang akurat dan edukatif.

Dengan demikian, pers berkontribusi langsung dalam menciptakan masyarakat yang rasional, kritis, dan tidak mudah terprovokasi. Ia berharap, insan pers, khususnya jurnalis muda tetap menjaga idealisme dengan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan nilai-nilai profesionalisme.

‘’Idealisme harus diiringi peningkatan kompetensi, pembelajaran berkelanjutan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dunia media akan terus berubah tetapi etika adalah jiwa pers yang tidak boleh ditinggalkan. Tanpa etika, pers kehilangan martabatnya,” tutupnya.

Read Entire Article
Politics | | | |