Pelajaran Nestapa Islam di Andalusia, Datang Terhormat Pergi dengan Diusir Secara Hina

19 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Kaum Muslimin menaklukkan Andalusia pada 92 H bertepatan dengan 711 M, dan diusir dari sana pada tahun 897 H bertepatan dengan 1492 M, setelah sekitar delapan abad.

Penaklukan Andalusia adalah kemenangan besar bagi kaum Muslimin, dan merupakan kesaksian nyata atas kemajuan, kemanusiaan, dan peradaban mereka.

Sementara Itu, pengusiran mereka merupakan kerugian bagi Islam dan kaum Muslimin tanpa diragukan lagi.

Pengusiran kaum Muslimin dari Andalusia memiliki sisi-sisi yang cemerlang, kesaksian yang realistis, dan bukti yang kuat akan kebesaran Islam, kemanusiaan peradaban kaum Muslimin, dan semangat Islam dan kaum Muslimin untuk mencapai kebebasan dan keadilan bagi seluruh umat manusia, baik yang benar maupun yang salah, Muslim maupun kafir, dan hal itu tidak akan Anda temukan kecuali dalam Islam.

Penaklukan Muslim atas Andalusia adalah sebuah penaklukan dan bukan penjajahan, sebagaimana dibuktikan oleh banyak bukti, termasuk antara lain sebagai berikut:

Pertama, penakluk Andalusia, Tariq bin Ziyad, pada 92 H = 711 M, hanya membawa tujuh ribu tentara, sedangkan jumlah penduduk Andalusia atau Semenanjung Iberia lebih dari sepuluh juta orang.

Kedua, telah terbukti dengan bukti-bukti bahwa penduduk Andalusia adalah orang-orang yang meminta pertolongan kepada Musa bin Nusair untuk menyelamatkan mereka dari penindasan Lazriq dan kabilah-kabilah Goth.

Ketiga, kaum Muslimin tidak melakukan pembantaian sedikitpun, dan tidak terbukti bahwa mereka membunuh seorang wanita, seorang anak kecil, atau bahkan seorang laki-laki yang tidak ikut berperang, kaum Muslimin hanya membunuh orang-orang yang memerangi mereka.

Keempat, kaum muslimin masuk ke Andalusia (Spanyol dan Portugal), sebuah negeri yang terbelakang dalam segala bidang kehidupan, dan ketika kaum Muslimin diusir dari negeri tersebut, penduduk negeri itu menikmati kemajuan dan peradaban dalam segala bidang kehidupan berkat peradaban dan keadilan kaum Muslimin.

Kelima, terusirnya kaum Muslimin dari Andalusia delapan abad setelah penaklukannya merupakan bukti bahwa Islam adalah agama keadilan dan kebebasan bagi seluruh umat manusia, baik Muslim maupun kafir.

Keenam, penduduk asli negeri itu tetap dalam agama mereka, Kristen dan Yahudi, selama delapan abad, dan tidak ada seorang pun yang memaksa mereka untuk masuk Islam, yang merupakan salah satu bukti yang tak terhitung jumlahnya yang membantah dan menghancurkan hipotesis bahwa Islam disebarkan dengan pedang.

BACA JUGA: Viral Perempuan Pukul Askar di Area Masjid Nabawi Madinah, Ini Tanggapan Arab Saudi

Ketujuh, setelah delapan ratus tahun, penduduk asli negara itu mampu mengusir kaum Muslimin, sementara manusia-manusia yang sama, kurang dari delapan puluh tahun setelah mereka masuk ke Amerika, telah membunuh orang-orang Amerindian, memusnahkan mereka, dan membunuh lebih dari seratus juta orang.

Kedelapan, ini adalah beberapa sisi terang dari peristiwa pengusiran kaum Muslimin dari Andalusia, yang membuktikan secara meyakinkan bahwa Islam adalah agama yang menegakkan keadilan dan kebebasan bagi seluruh umat manusia, dan bahwa Islam adalah satu-satunya harapan umat manusia untuk mencapai keadilan, keamanan dan kebebasan bagi seluruh umat manusia. 

Read Entire Article
Politics | | | |