Pemda Diingatkan tak Banyak Seremonial Sambut Jemaah Haji di Debarkasi

1 day ago 22

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengimbau pemerintah daerah (pemda) tidak terlalu banyak melakukan seremonial saat jamaah haji tiba di debarkasi. Sebab, jamaah haji yang melakukan perjalanan jauh dikhawatirkan mengalami kelelahan.

"Jamaah haji kita itu sudah cukup letih, sudah cukup capek agar kemudian bisa dipercepat untuk kembali ke kediamannya masing-masing," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ditemui Tim MCH di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Rabu (3/6/2026).

Kemenhaj, kata Dahnil, sudah bekerja sama dengan pihak bandara dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan agar jemaah haji, seperti di Surabaya tidak perlu diperiksa lagi paspornya karena sudah ada gate face recognition.

"Jadi di gate itu langsung dikenali wajahnya, tidak ada pemeriksaan-pemeriksaan lagi, langsung menuju bus dan bisa langsung kembali ke debarkasi di asrama haji," kata Dahnil.

Karena itu, Dahnil meminta pemda agar tidak membuat acara seremonial terlalu panjang, menyita energi, yang justru membuat jemaah haji kecapean. 

"Kami sudah memberitahukan kepada seluruh kakanwil Kementerian Haji dan Umrah agar tidak perlu ada acara-acara seremonial yang berisikan pidato-pidato yang panjang-panjang sekali," kata dia.

Dahnil berharap agar jamaah haji dikasih waktu istirahat dan bertemu dengan keluarganya usai mereka sampai di Tanah Air. 

Di sisi lain, Dahnil juga berterima kasih kepada pemda yang telah memfasilitasi dan membantu jemaah haji, baik sebelum pemberangkatan maupun usai kepulangan ke debarkasi masing-masing.

Fase pemulangan jemaah haji gelombang pertama sudah dimulai sejak 1 Juni 2026. Pada hari pertama pemulangan jemaah haji, ada 17 kloter yang diberangkatkan dan dilepas langsung oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.

Read Entire Article
Politics | | | |