Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Ubah Minyak Jelantah Jadi Cuan

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata memiliki nilai guna dan nilai jual jika dikelola dengan benar. Selain dapat menambah penghasilan rumah tangga, pengelolaan minyak jelantah juga berperan penting dalam mencegah pencemaran lingkungan.

Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu mendorong masyarakat agar tidak membuang minyak jelantah sembarangan. Warga dapat menyetorkan minyak jelantah ke bank sampah.

Melalui program pengumpulan minyak jelantah, masyarakat dapat berkontribusi langsung dalam pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus memperoleh manfaat ekonomi. Minyak bekas pakai yang dikumpulkan akan diolah kembali sehingga memiliki nilai guna serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Staf Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Intan, mengatakan pengelolaan minyak jelantah menjadi salah satu langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Minyak jelantah yang terkumpul tidak hanya mencegah pencemaran, tetapi juga dapat diolah kembali sehingga memiliki nilai jual.

“Kami berharap masyarakat makin sadar limbah rumah tangga bisa dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat,” ujar Intan, akhir pekan ini.

Salah satu bank sampah yang aktif mengelola minyak jelantah adalah Bank Sampah Rumah Hijau di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Bank sampah tersebut mencatat rata-rata penerimaan minyak jelantah sekitar 63 kilogram per bulan dengan harga Rp 4.000 per kilogram.

Warga dapat menyetorkan minyak jelantah sebagai nasabah dengan sistem tabungan. Tabungan tersebut dapat dicairkan setelah enam bulan atau ketika saldo mencapai Rp 50.000.

Selain menerima setoran dari warga, Bank Sampah Rumah Hijau juga menjalin kerja sama dengan mitra, seperti pedagang kaki lima dan kedai makanan. Penjemputan minyak jelantah dari mitra biasanya dilakukan dalam jumlah lebih besar, rata-rata di atas 20 kilogram per pengambilan.

Untuk nasabah rumah tangga, penyetoran umumnya dilakukan sebulan sekali pada pekan terakhir. Sementara itu, penjemputan dari mitra menyesuaikan ketersediaan stok.

Selain di Kecamatan Sindang, Bank Sampah Jembangan Jaya di Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, juga menerima setoran minyak jelantah dari masyarakat dengan rata-rata 10 hingga 15 liter per bulan. Harga yang ditetapkan sebesar Rp 3.000 per 600 mililiter atau setara satu botol air mineral.

Proses pengumpulan dilakukan dengan nasabah datang langsung ke lokasi bank sampah, biasanya sekali dalam sebulan pada akhir bulan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |