Pertamina NRE Gandeng Perusahaan China Garap Proyek Transisi Energi

3 hours ago 4

PNRE menggandeng perusahaan China untuk mengembangkan proyek transisi energi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menggandeng perusahaan energi bersih asal China, GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., untuk mengembangkan proyek transisi energi di Indonesia. CEO Pertamina NRE John Anis mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pengembangan energi bersih di dalam negeri.

“Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia,” kata John Anis, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, kemitraan ini membuka peluang proyek pembangkit listrik tenaga sampah, energi baru dan terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas sebagai bagian dari upaya penurunan emisi dan penguatan ketahanan energi.

John Anis menambahkan, kemitraan ini menjadi fondasi pembentukan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan. “Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar John Anis.

Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. Fei Zhi menyampaikan, Indonesia dipandang sebagai pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global.

“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global,” kata Fei Zhi.

Dia menambahkan, GCL siap memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia melalui kerja sama dengan Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik, dan penyimpanan energi.

Usai penandatanganan nota kesepahaman, delegasi Pertamina NRE meninjau fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL di Suzhou. Kunjungan tersebut difokuskan pada penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik operasi dan manajemen proyek.

“Pertamina NRE optimistis kerja sama ini akan mendorong inovasi teknologi dan pengembangan model bisnis energi bersih yang dapat diimplementasikan di Indonesia,” kata John Anis.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |