Ahad 30 Nov 2025 23:59 WIB
Sejumlah daerah di Nagan Raya terisolir akibat putusnya jembatan penghubung.
Red: Edwin Dwi Putranto
Petugas BPBD Nagan Raya membawa logistik korban banjir bandang untuk didistribusikan ke seberang sungai dengan menggunakan perahu di Desa Blang Meurandeh, Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Ahad (30/11/2025). Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, TNI/Polri dan stakeholder terus berupaya menyalurkan dan menyuplai logistik untuk korban banjir yang terisolasi berupa air mineral, mie instan, beras, minyak goreng, kebutuhan bayi, tikar dan selimut kepada 2.109 jiwa terdampak. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Foto udara Jembatan Beutong Ateuh Banggalang yang putus diterjang banjir bandang di jalan lintas tengah Nagan Raya-Aceh Tengah di Desa Kuta Teugong, Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Ahad (30/11/2025). Jembatan penghubung yang merupakan akses utama dijalur lintas tengah Nagan Raya-Aceh Tengah putus total setelah diterjang banjir bandang pada Rabu (26/11) sehingga memutuskan akses transportasi warga dari seberang sungai serta tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Petugas BPBD Nagan Raya membawa logistik korban banjir bandang untuk didistribusikan ke seberang sungai dengan menggunakan perahu di Desa Blang Meurandeh, Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Ahad (30/11/2025). Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, TNI/Polri dan stakeholder terus berupaya menyalurkan dan menyuplai logistik untuk korban banjir yang terisolasi berupa air mineral, mie instan, beras, minyak goreng, kebutuhan bayi, tikar dan selimut kepada 2.109 jiwa terdampak. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Sejumlah warga melintasi jembatan alternatif yang menghubungkan Desa Blang Meurandeh dan Desa Blang Puuk Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Ahad (30/11/2025). Pasca putusnya jembatan gantung diterjang banjir bandang pada Rabu (26/11) warga membuat jembatan darurat dari tali jembatan tersebut untuk jalur alternatif. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Seorang warga korban banjir berada di tempat pengungsian di Desa Blang Meurandeh, Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Ahad (30/11/2025). Bencana banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/11) selain berdampak rusaknya jembatan penghubung, ruas jalan, sekolah, masjid dan 250 rumah warga hilang terbawa arus juga 2.156 jiwa dari 714 kepala keluarga terpaksa mengungsi. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Petugas BPBD Nagan Raya membawa logistik korban banjir bandang untuk didistribusikan ke seberang sungai dengan menggunakan perahu di Desa Blang Meurandeh, Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Ahad (30/11/2025).
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, TNI/Polri dan stakeholder terus berupaya menyalurkan dan menyuplai logistik untuk korban banjir yang terisolasi berupa air mineral, mie instan, beras, minyak goreng, kebutuhan bayi, tikar dan selimut kepada 2.109 jiwa terdampak.
Jembatan penghubung yang merupakan akses utama dijalur lintas tengah Nagan Raya-Aceh Tengah putus total setelah diterjang banjir bandang pada Rabu (26/11) sehingga memutuskan akses transportasi warga dari seberang sungai serta tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Bencana banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/11) selain berdampak rusaknya jembatan penghubung, ruas jalan, sekolah, masjid dan 250 rumah warga hilang terbawa arus juga 2.156 jiwa dari 714 kepala keluarga terpaksa mengungsi.
sumber : Antara Foto
Berita Lainnya

5 hours ago
5












































